Hai Cantikers! Hampir semua orang tentunya ingin memiliki wajah yang terlihat awet muda. Apalagi yang umurnya sudah tak muda lagi, kulit akan kehilangan elastisitasnya secara alami. Dan inilah awal munculnya tanda penuaan pada wajah.
Saat ini ada banyak acara yang bisa dilakukan hanya untuk menyamarkan kerutan di wajah. Mulai dari cara yang alami hingga prosedur medis. Bagi yang menginginkan hasil akurat, tindakan medis bisa jadi pilihan. Salah Satunya dengan facelift.
Apa itu Facelift dan Manfaatnya?
Facelift atau dikenal juga dengan tarik wajah, yaitu prosedur bedah kosmetik untuk mengangkat atau mengencangkan jaringan wajah yang mulai mengendur atau bergelambir akibat dari pertambahan usia.
Also Read
Dengan facelift kulit wajah akan terlihat menjadi lebih kencang dan awet muda.
Adapun proses pengencangan wajah ini bisa dilakukan dengan beberapa tujuan sebagai berikut :
- Tampilan pipi yang kendur
- Lipatan kulit di antara hidung dan sudut mulut
- Kelebihan kulit di bagian rahang bawah
- Tumpukan lemak di bagian bawah atau leher
Dilihat dari tujuannya, facelift seringkali dilakukan untuk tujuan estetika serta bukan untuk mengobati kondisi atau penyakit kulit tertentu, seperti kerusakan kulit yang diakibatkan karena paparan sinar matahari maupun luka bakar.
Risiko Facelift dan Tips Selama Pemulihan
Apabila facelift sudah dilakukan, dokter akan menempatkan selang kecil pada bagian bawah permukaan kulit, tepatnya dibelakang salah satu atau kedua telinga untuk mengalirkan darah atau cairan yang berlebih.
Selama 2-3 minggu pertama, pasien akan mengalami pembengkakkan di bagian wajah. Selain itu, resiko terjadinya infeksi juga bisa saja dialami oleh pasien. Agar hal tersebut bisa dicegah, dokter akan memberikan antibiotik sebelum dan sesudah melakukan facelift.
Meskipun begitu munculnya komplikasi pasca operasi umumnya jarang sekali terjadi. Itulah pentingnya memilih dokter dan tenaga ahli yang berpengalaman. Hasilnya juga akan terlihat setelah 6-9 bulan setelah melakukan tindakan.
Hal Penting yang Harus Dilakukan Setelah Facelift
Agar pemulihan makin cepat, ada beberapa yang harus dilakukan setelah pasien melakukan facelift :
- Perban yang dikenakan selama hari pertama atau lebih setelah operasi memberikan tekanan penting pada kulit. Biarkan perban tetap terpasang hingga tiba saatnya untuk melepaskannya.
- Pasien biasanya dapat mandi dan keramas setelah perban dilepas, tetapi tunggu hingga dokter mengatakan sudah boleh.
- Tanyakan kepada dokter seberapa cepat dapat mulai mengemudi lagi.
- Jaga agar jahitan tetap bersih dan kering hingga hilang biasanya dalam 5-7 hari.
- Perhatikan sayatan untuk melihat tanda-tanda infeksi, termasuk kemerahan yang semakin parah, keluarnya cairan, kulit yang terasa panas saat disentuh, atau demam .
- Kompres dingin atau es yang dibungkus kain kering akan membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman, terutama selama 24 jam pertama.
- Meninggikan kepala dengan dua atau tiga bantal saat tidur penting untuk pemulihan yang cepat dan simetri akhir wajah .
- Beristirahatlah saat merasa lelah, karena kelelahan merupakan tanda bahwa sumber daya tubuh telah habis. Tidur memungkinkan tubuh untuk mengisi ulang dan menyembuhkan diri .
- Berjalan kaki dengan jarak yang semakin jauh merupakan cara terbaik untuk kembali berolahraga dalam rutinitas harian .
- Hindari aktivitas berat dan berdampak tinggi seperti bersepeda, angkat beban, aerobik, atau jogging.
Apabila selama pemulihan, muncul gejala pendarahan ataupun muncul nanah pada luka bekas operasi, demam atau nyeri di area operasi segeralah untuk memeriksakan ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut. (ana)














