Hai Cantikers! Lingkaran pertemanan yang tidak sehat merupakan fenomena sosial yang berdampak pada kesehatan mental seseorang. Pertemanan yang toxic merujuk pada kelompok atau individu yang secara konsisten menyebabkan stres, kesedihan dan energi negatif yang berulang. Walaupun tidak ada nama medis yang spesifik, dengan kamu mengenali ciri-cirinya maka penting untuk mengetahui jalan keluar kalau menemukan lingkungan sosial yang mendukung.
Tanda Pertemanan yang Toxic
1. Tidak dihargai
Apabila kamu sering merasa bahwa pendapat, perasaan kamu tidak dihargai oleh teman-temanmu bisa menjadi pertanda bahwa permainan tersebut tidak sehat. Teman yang baik akan mendengarkan serta menghargai apa yang kamu katakan. Dan sebaliknya teman yang mengabaikanmu adalah tanda bahwa dia tidak sebaik yang kamu kira. Ini bisa jadi pertanda bahwa lingkar pertemananmu toxic.
2. Selalu merasa tertekan atau cemas
Pertemanan yang sehat bisa menjadikanmu merasa nyaman dan bahagia. Namun jika kamu merasa cemas dan khawatir berinteraksi dengan temanmu maka bisa menjadi pertanda bahwa ada yang salah. Dan kemungkinan kamu berada pada lingkaran pertemanan yang kurang tepat. Karena bisa jadi mereka adalah orang toxic yang hanya memanfaatkan sesuatu hal pada dirimu.
Also Read
Karena banyak menghabiskan waktu sama teman yang toxic, kamu jadi susah berekspresi dan melepaskan stress yang kamu alami. Bukannya nyaman dan senang, malah stress yang bertambah. Imbasnya stres yang kamu rasakan akan terasa oleh fisik kalian. Kalian jadi cepat lelah, pusing, merasa gelisah, dan tidak punya semangat.
3. Sikap manipulatif
Teman yang toxic selalu manipulatif dan membuatmu merasa bersalah. Mereka juga memaksa melakukan sesuatu yang tidak ingin kamu lakukan. Dan mereka menggunakan taktik seperti itu karena untuk membuatmu meragukan diri sendiri. Padahal dari hatimu yang paling dalam kamu merasa sulit untuk mempercayainya.
Di awal pertemanan, kalian dan teman merasa cocok banget. Tapi lama kelamaan, teman mulai berubah, bukan lagi orang yang sama dengan yang kamu kenal awalnya. Kamu yang dulu tidak pernah berantem, sekarang jadi gampang banget berantem. Dan kamu jadi takut berantem sama dia, dan sekarang malah bersikap hati-hati jangan sampai bikin mereka jadi marah. Nah, hal ini yang berbahaya. Kalian takut terhadap teman dan pertengkaran yang mungkin terjadi, sampai kamu tidak bisa bersikap jujur.
4. Kurangnya dukungan emosional
Teman yang baik akan selalu hadir saat kamu membutuhkan dukungan emosional. Dan disaat temanmu tidak ada saat kamu mengalami masa sulit dan meremehkan masalahmu menandakan bahwa mereka tidak benar-benar memberikan dukungan. Maka besar kemungkinan kamu berada ada pertemanan toxic.
5. Persaingan yang tak sehat
Sedikit persaingan dalam pertemanan akan menjadi hal yang sehat. Akan tetapi jika temanmu selalu berusaha mengalahkanmu dan mengunggulimu sehingga membuatmu merasa rendah diri, maka ini menandakan bahwa pertemananmu tidak sehat. Terlalu sering bersaing malah bisa bikin kamu merasa iri atau bahkan insecure. Selalu berusaha saling menyalahkan satu sama lain bukannya bikin iklim pertemanan jadi menyenangkan, tapi malah bikin tegang. Terlalu banyak bersaing juga bisa bikin kamu tidak bisa saling berbagi pengalaman, membuat hubungan pertemanan jadi nggak berkualitas. Teman yang baik tidak akan membuatmu terpuruk apalagi lebih buruk darinya. Saat kamu merasakan hal itu maka, pertemananmu dipertanyakan.
6. Menguras energi
Setelah kamu berinteraksi dengan teman-temanmu seharusnya kamu menjadi lebih baik. Namun sebaliknya jika kamu merasakan kelelahan, stres maupun sedih bisa menjadi tanda bahwa pertemanan menyedot energi positifmu. Karena teman toxic akan menguras energi. Bahkan jika kamu tak pernah merasa melakukan hal hal yang membuatmu kelelahan bersama mereka.
7. Kurang kejujuran dan integritas
Kejujuran merupakan kunci dari sebuah hubungan yang sehat. Apabila temanmu sering berbohong kepadamu menjadi pertanda bahwa mereka tidak bisa dipercaya. Karena teman yang baik akan selalu jujur. Bahkan jika kejujuran itu membuatmu merasa sedih dan terluka.
8. Tidak ada timbal balik
Pertemanan yang sehat adalah tentang timbal balik. Apabila kamu merasa memberikan waktu, perhatian ataupun bantuan namun kamu tidak pernah mendapatkan hal yang sama dari temanmu. Maka ini merupakan pertanda bahwa ketidak seimbangan bisa menjadi masalah. Ini menjadi tanda bahwa kamu sedang berada di lingkar pertemanan yang toxic.
9. Sering konflik
Konflik merupakan bagian dari setiap hubungan, namun jika pertemanmu sering mengalami konflik dan dia pernah diselesaikan dengan baik ,akan ini menandakan pertemanan tidak sehat. Pertemanan yang baik berisi siap saling mengalah didalamnya. pertama yang baik juga diisi oleh orang yang bijak. Namun jika terjadi sebaliknya coba periksa lagi kualitas pertemanan.
Saling kritik antar teman memang wajar banget. Tapi kalau kritikannya bernada menghakimi, brutal, kasar, dan merusak, itu bahaya. Kejujuran memang penting, tapi kebaikan dalam menyampaikan lebih penting. Kritikan ada untuk dijadikan pelajaran dan perbaikan, bukan malah membuat kita merasa sedih.
10. Perasaan terisolasi
Disaat teman-temanmu membuatmu merasa terisolasi dari orang lain atau dari hal yang kamu sukai. Ini menandakan bahwa pertemuan tersebut tidak baik untukmu. Badan besar kemungkinan jika per temanmu itu toxic.
11. Menyindir dibandingkan berbicara langsung
Jika ada suatu masalah sebaiknya dibicarakan baik-baik, selesaikan jangan malas dan saling menyindir. Sindiran yang biasanya dilontarkan juga seolah-olah kamu yang harus meminta maaf dan harus mengerti dia. Padahal belum tentu permasalah ini terjadi karena kamu.
12. Selalu gugup dan takut berbuat salah
Tahukah kamu jika sahabat sejati adalah orang yang selalu membuatmu merasa nyaman untuk menunjukkan sisi lain dari dirimu. Jika kamu merasa gugup atau takut berbuat salah saat sedang bersamanya, bisa jadi hubungan kamu dan teman kurang sehat. Kamu tidak mampu mengungkapkan perasaan dan penilaianmu terhadap dirinya. Hubungan persahabatan kalian itu toxic.
Cara Menghindari Circle Pertemanan Toxic
- Kenali tandanya.
Makin bisa kamu mengenali tanda-tanda persahabatan yang toxic maka akan semakin cepat kamu mengambil tindakan.
- Perhatikan intuisi.
Apabila kamu merasa tidak nyaman dan tidak bahwa dalam suatu lingkaran berteman maka percaya intuisi.
- Batasi interaksi
Jika kamu tidak bisa memperbaiki hubungan dengan teman yang toxic, cobalah untuk membatasi interaksi dengannya.
- Cari dukungan
Kamu bisa bicarakan masalahmu dengan orang-orang yang kamu percaya, seperti keluarga atau teman lain.
- Bangun jaringan sosial yang baru
Luaskan pergaulan dan cari teman-teman baru yang memiliki nilai-nilai yang sama denganmu.
- Prioritaskan diri sendiri
Kesehatan mental lebih penting daripada mempertahankan persahabatan yang toxic.
Apabila kamu merasa terjebak dalam pertemanan yang toxic dan dengan tanda-tanda diatas maka sudah tepat langkah yang kamu ambil yaitu dengan menjauhinya. Bisa juga kamu memperluas pertemanan yang baru yang membuat kamu menjadi lebih baik dan mengarah ke positif. (ana)














