Hai Cantikers! Pernah buka TikTok, terus muncul FYP isinya cewek-cewek “that girl”? Bangun jam 5 pagi, yoga di balkon, jurnal sambil minum matcha, kerjaan beres semua sebelum jam 9. Lalu kamu lihat ke kiri… kasur masih berantakan. Lihat ke kanan… HP belum kamu taruh sejak bangun. Langsung muncul suara di kepala: “Gue gagal jadi that girl banget sih.”Tarik napas dulu. Karena kabar baiknya: That girl energy bukan tentang jadi fotokopian orang di internet.
That girl energy adalah energi kamu merawat diri sendiri. Versi kamu. Dengan ritme kamu. Dengan dompet kamu. Gak harus aesthetic. Yang penting: bikin kamu lebih tenang dari kemarin. Dan di artikel ini, kita bakal bongkar caranya.
That Girl Energy Itu Apa Sih Sebenarnya?
Sebelum kita bahas “gimana caranya”, kita lurusin dulu “apa sih That Girl Energy”. Banyak yang salah paham. That girl energy dianggap = kurus, cantik, kaya, dan feed Instagram-nya rapi banget. Capek. Padahal definisi yang bikin waras itu gini:That girl energy = Energi bertanggung jawab pada diri sendiri.Titik. Tidak ada embel-embel lain. Artinya ada 3 hal ini: Niatnya untuk kamu, bukan untuk pamer
Also Read
Kamu bangun pagi bukan biar bisa di-story. Kamu makan sehat bukan biar dikomen “kok disiplin banget”. Kamu lakuin buat diri kamu sendiri. Biar kamu nggak tumbang. Konsisten, bukan sempurna
That girl beneran itu bukan yang 30 hari full produktif. Tapi yang hari ini kepleset, besok mau mulai lagi. Nggak drama nyalahin diri sendiri. Damai, bukan kompetitif.
Dia tidak sibuk membandingkan dirinya sama cewek FYP. Dia sibuk nanya ke dirinya: “Gue udah lebih baik dari gue kemarin belum?”Jadi, lupakan standar orang lain.
That girl versi kamu mungkin bangun jam 7, sholat, minum air putih, dan beresin 1 sudut kamar aja. Dan itu udah keren banget.
5 Pilar “That Girl Energy” Versi Realistis, Bukan Fiksi
Lupakan dulu matcha latte 50rb dan yoga di rooftop.
That girl energy yang bisa kamu jalanin dari kos, dari rumah, atau sela-sela kerjaan, cuma butuh 5 pilar ini:
1. Mind: Istirahatkan Otak Dulu, Baru Isi Hal Baik
Otak kamu bukan HP yang bisa dicas 24 jam. Kalau dipaksa terus, nge-lag.
Caranya yang realistis:Aturan 30 Menit Pagi: Begitu bangun, jangan pegang HP dulu. Minum air putih, buka jendela, tarik napas 3x. Itu aja. Otak kamu langsung bilang “makasih”.
Jurnal 3 Baris: Tidak perlu buku aesthetic. Buka Notes HP. Tulis: 1 hal yang disyukuri, 1 hal yang mau dilakuin hari ini, 1 hal yang bikin cemas. Kelar. Otak jadi lega.
2. Body: Gerakkan, Bukan Disiksa
That girl tidak menyiksa diri di gym tiap hari. Dia sayang sama badannya.
Caranya yang realistis: 15 Menit Jalan Kaki: Muter komplek, ke warung, atau naik turun tangga. Tidak usah pakai outfit olahraga mahal.
Yang penting gerak dan kena matahari. Tidur lebih penting dari skincare: Serum paling mahal kalah sama tidur 7 jam. Muka kusam 90% karena begadang, bukan karena kurang skincare 10 step. Prioritaskan tidur ya.
3. Fuel: Makan Biar Kuat, Bukan Biar Kurus
Stop perang sama makanan. That girl mengisi energi, bukan menyiksa lapar.
Caranya yang realistis: Prinsip “Isi Piringku”: Ada nasi, ada lauk protein, ada sayur. Selesai. Tidak perlu timbang kalori. Dengarkan tubuhmu: Lapar ya makan. Kenyang ya berhenti. Tidak usah ikut diet artis Korea kalau badanmu tidak cocok. Kamu unik.
4. Space: Rapikan Luar, Tenanglah Dalam
Percaya tidak percaya, meja berantakan membuat pikiran berantakan. Dan itu benar.
Caranya yang realistis: Aturan 5 Menit: Setiap hari, bereskan 1 hal kecil saja. Lipat selimut. Bereskan meja. Buang sampah. Otak kamu auto lebih tenang.
1 Sudut Nyaman: Tidak perlu rumah minimalis. Cukup 1 sudut kamar yang rapi buat kamu duduk, ngopi, atau sholat. Itu “safe space”-mu.
5. Soul: Isi Ulang Batinmu
Kamu tidak bisa terus-terusan memberi ke orang lain kalau batinmu kosong.
Caranya yang realistis: Me Time 10 Menit Tanpa HP: Sholat tepat waktu, dzikir, baca 1 halaman buku, atau duduk diam di teras. Tidak diganggu notifikasi. Berani berkata “Tidak”: Tidak semua nongkrong harus datang. Tidak semua chat harus dibalas cepat. Jaga energimu. Bilang tidak itu bentuk self-respect.
Kesalahan “That Girl” yang Membuat Burnout
Sudah semangat mau berubah, eh malah capek di tengah jalan. Kenapa?
Karena kejebak 3 kesalahan ini. Buruan dicek, kamu ada di tim mana:
- Sindrom “All or Nothing”
Hari 1: Bangun jam 5, olahraga, masak, kerja produktif.
Hari 2: Ketiduran jam 7. Terus langsung berpikir: “Ah udah gagal. Nyerah aja deh, mulai Senin depan.”
That girl energy beneran itu gini: Ketiduran? Yaudah. Bangun, minum air putih, lanjutin hari. Nggak ada kata gagal, yang ada cuma “pause”.
2. Lomba Aesthetic di Internet
Fokusnya jadi ke: “Mejanya sudah rapi belum?”, “Gelasku udah matcha belum?”, “Fotoku sudah Pinterest-able belum?”
Ujung-ujungnya akan capai sendiri. Karena tujuannya berubah dari “tenang” jadi “dipuji”.That girl versi kamu itu mejanya mungkin berantakan, gelasnya gelas plastik, tapi hatinya tenang. Dan itu jauh lebih mahal.
3. Lupa Sama Versi Diri Sendiri
Maksa jadi “morning person” padahal kamu memang “night owl”.
Maksa makan salad padahal kamu paling bahagia sama nasi anget + tempe.
Maksa introvert ikut 5 acara nongkrong seminggu. Hasilnya: Batin ngelawan. Terus ngerasa gagal terus. That girl energy itu custom. Bukan size S, M, L yang dipaksa ke semua orang.
Penutup: Pulang ke Diri Sendiri
Jadi, setelah kita bongkar semua… apa sih sebenarnya that girl energy itu?
Bukan dia yang bangun paling pagi.
Bukan dia yang feed-nya paling aesthetic.
Bukan juga dia yang bisa makan salad tiap hari tanpa ngidam seblak. That girl energy adalah kamu yang pulang.
Pulang ke diri sendiri. Pulang ke ritme yang tidak membuat kamu patah. Pulang ke pilihan-pilihan kecil yang bilang, “Aku sayang sama diriku.”
Mungkin that girl versi kamu adalah:
Ibu rumah tangga yang tetap menyempatkan duduk 10 menit minum teh anget sebelum anak-anak bangun.
Anak kos yang milih masak mie + telur + sayur daripada jajan terus.
Karyawan yang berani nggak bales chat kerjaan jam 9 malam, karena itu waktu buat istirahat. Keren? Banget.
Karena itu butuh kesadaran, bukan cuma tenaga. Ingat ya, kamu tidak sedang lomba.
Tidak ada juri yang nilai hidupmu kurang “aesthetic”. Yang ada cuma kamu, hari ini, dan versi kamu kemarin. (ana)














