Hai Cantikers! Apakah kamu pernah mengalami kulit terasa kering, kusam atau berminyak? Menggunakan pelembab wajah adalah solusinya. Dibawah ini akan dibahas mengenai pelembab wajah sekaligus perbedaannya dengan moisturizer. Yukk simak bersama.
Apa itu Pelembab Wajah?
Pelembab wajah merupakan produk skincare yang dirancang untuk menghidrasi serta menjaga kelembaban kulit. Pelembab berfungsi untuk mengunci kelembaban kulit sehingga kulit terasa lembut, kenyal dan terhidrasi. Pelembab bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit agar dapat mencegah hilangnya air dan menjaga kelembaban alami kulit.
Perbedaan Pelembab dan Moisturizer
Setelah kamu mengetahui apa itu pelembab wajah, sekarang saatnya mengetahui perbedaannya dengan moisturizer. Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk merawat kulit, namun ternyata ada perbedaan dasar diantara keduanya.
Also Read
Kandungan dan Komposisinya
Perbedaan yang pertama dilihat dari segi komposisinya, moisturizer mengandung kombinasi antara air dengan bahan-bahan aktif, seperti humektan, emolien, oklusif, ceramides, antioksidan, juga berbagai macam vitamin yang bagus untuk hidrasi kulit. Sementara itu, komposisi pelembab lebih banyak mengandung air, dengan tambahan bahan aktif tertentu.
Tekstur dan Konsistensinya
Perbedaan yang kedua dilihat dari tekstur dan komposisinya. Moisturizer memiliki tekstur yang sedikit lebih kental daripada pelembab. Sehingga, moisturizer akan cocok untuk kamu yang punya kondisi kulit kering dan butuh kelembaban ekstra. Sedangkan pelembab, karena memiliki konsistensi cair dan ringan, akan cocok digunakan untuk kamu yang memiliki kulit berminyak.
Cara Kerjanya
Kemudian perbedaan yang ketiga dilihat dari cara kerjanya. Moisturizer bekerja dengan cara mengunci kandungan air dan mineral di dalam kulit, sehingga kulit menjadi lembab dan lembut. Sementara itu, pelembab bekerja dengan cara membentuk lapisan minyak di dalam kulit untuk mencegah hilangnya kadar air pada kulit wajah.
Fungsi Utama
Pelembab fokus pada hidrasi kulit, sementara krim wajah seringkali memiliki fungsi tambahan seperti anti-aging, pencerah, atau perawatan khusus lainnya.
Kandungan
Pelembab biasanya memiliki kandungan air yang lebih tinggi, sedangkan krim wajah mengandung lebih banyak bahan aktif untuk perawatan yang spesifik.
Waktu Penggunaannya
Perbedaan yang terakhir terletak pada waktu penggunaannya. Waktu penggunaan pelembab dan moisturizer juga sedikit berbeda, loh! Pelembab biasanya digunakan pada pagi serta malam hari, sementara moisturizer bisa digunakan kapan saja, pun ketika kulit sedang kering, kasar, atau mengelupas.
Manfaat Pelembab
Pelembab wajah memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan penampilan kulitmu. Dibawah ini adalah manfaat utama dari penggunaan pelembab.
1. Dapat menghidrasi kulit
Dengan menggunakan pelembab muka kulit wajah akan tetap terhidrasi serta mencegah kulit kering dan pecah-pecah.
- Melindungi Kulit
Pelembab membantu membentuk lapisan pelindung yang menjaga kulit dari polusi, debu dan radikal bebas.
- Meningkatkan elastisitas kulit wajah
Menggunakan pelembab akan membantu kulit terhidrasi dengan baik. Kulit pun akan lebih kenyal dan elastis, serta mengurangi tampilan garis halus dan kerutan.
- Membantu proses regenerasi kulit
Pelembab juga akan mendukung proses regenerasi sel kulit serta membuat kulit terlihat lebih segar dan sehat.
Cara Memilih Pelembab Wajah
Penting sekali untuk memilih pelembab wajah berdasarkan jenis kulit. Berikut ini adalah panduannya yang bisa kamu ikuti :
1. Kulit normal
Untuk yang memiliki kulit normal biasanya ditandai dengan kulit yang tidak terlalu kering atau berminyak, dan pori-pori yang nyaris tidak terlihat.
Bagi yang memiliki jenis kulit ini, pelembab yang sebaiknya digunakan adalah pelembab berbahan dasar air dengan tekstur ringan, misalnya berbentuk gel dan lotion. Sementara itu, kandungan pelembab yang direkomendasikan adalah niacinamide karena bisa mengunci air pada kulit.
2. Kulit sensitif
Apakah kamu memiliki kulit yang sensitif? Biasanya kulit yang sensitif ditandai dengan kulit yang mudah mengalami iritasi, seperti kemerahan, gatal, sensasi terbakar, dan ruam. Cara memilih pelembab untuk kulit wajah sensitif, pilihlah pelembab dengan kandungan zat yang bisa menenangkan peradangan, seperti chamomile atau lidah buaya.
Pelembab yang mengandung asam, seperti AHA dan BHA, pewarna, atau pewangi harus dihindari karena berpotensi memicu reaksi alergi atau iritasi. Untuk memudahkan, kamu bisa memilih pelembab yang berlabel hipoalergenik.
3. Kulit berminyak
Kemudian untuk kamu dengan kulit wajah berminyak biasanya akan terlihat mengkilap, berkomedo, mudah berjerawat, dan memiliki pori-pori yang besar. Meski jenis kulit ini memproduksi minyak lebih banyak, penggunaan pelembab tetap dibutuhkan.
Untuk kulit berminyak, lebih disarankan untuk menggunakan pelembab berbentuk lotion. Karena pelembab berbentuk lotion biasanya berbahan dasar air, sehingga lebih ringan dan aman untuk kulit berminyak yang mudah berjerawat.
Kamu juga bisa memilih pelembab selain berbentuk lotion. Namun sebaiknya pilihlah pelembab yang tidak menyumbat pori-pori atau bersifat non comedogenic. Pelembab yang dengan kandungan, cocoa butter, atau minyak kelapa juga sebaiknya dihindari karena bisa menyumbat pori-pori.
4. Kulit kering
Apabila kulit wajah terlihat kusam kasar, terdapat bercak merah, dan terlihat adanya garis-garis halus, kemungkinan kulit wajah termasuk jenis kulit kering.
Jika kamu memiliki jenis kulit ini, disarankan untuk menggunakan pelembab yang bertekstur lebih tebal seperti krim guna mengembalikan dan menjaga kelembaban kulit. juga bisa mencari pelembab dengan komposisi asam hialuronat, ceramide, atau urea.
Sementara itu, pelembab yang mengandung sebaiknya dihindari atau digunakan secara lebih hati-hati karena bisa membuat kulit makin kering dan iritasi.
5. Kulit Kombinasi
Kulit kombinasi biasanya ditandai dengan kulit wajah yang berminyak di area T-zone, yaitu dahi, hidung, dan dagu, serta kering di area lainnya. Jenis kulit ini membutuhkan pelembab wajah yang dapat melembabkan dan menyeimbangkan kadar minyak.
Pemilik jenis kulit ini disarankan menggunakan pelembab wajah dengan tekstur yang ringan dan berbahan dasar air agar mudah menyerap kulit, seperti gel atau lotion. Kamu dapat coba menggunakan pelembab dengan kandungan asam hialuronat, gliserin, ceramide, dan lidah buaya.
Pelembab penting untuk digunakan secara rutin, terutama setelah mandi atau mencuci muka. Sebelum mengoleskan pelembab ke wajah, pastikan kulit wajah sudah benar-benar kering dan tangan sudah dalam kondisi bersih agar tidak ada kotoran atau bakteri yang masuk ke dalam pori-pori.
Kamu dianjurkan untuk mengoleskan pelembab secukupnya dan oleskan secara merata ke seluruh wajah dan leher dengan gerakan memutar. Setelah mengoleskan pelembab, biarkan sebentar hingga pelembab menyerap sempurna.
Tips memilih pelembab wajah di atas bisa memudahkan kamu saat membeli pelembab. Namun, bagi sebagian orang, memilih pelembab wajah mungkin tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan, tidak sedikit orang yang perlu mencoba beberapa merk pelembab hingga mendapatkan yang cocok.
Jika masih bingung dalam memilih pelembap atau merasa tidak pernah cocok dengan pelembab yang digunakan, sebaiknya konsultasikan ke dokter terkait kondisi kulit.
Cara Memakai Pelembab yang Benar
Selain memilih pelembab berdasarkan dengan jenis kulit, kamu juga perlu menggunakan skincare secara rutin suaya manfaat nya maksimal.
Pelembab perlu digunakan saat kulit masih lembab. Disaat kondisi kulit sedang lembab kamu bisa mengoleskan secukupnya dengan gerakan yang melingkar ke seluruh bagian wajah dan leher. (ana)














