Hai Cantikers! Mengonsumsi makanan dan minuman manis memang sangat nikmat. Sumber rasa manis yang ada pada makanan dan minuman tersebut biasanya dari gula. Apabila dikonsumsi terlalu banyak, gula tambahan akan memicu berbagai masalah kesehatan.
Bahaya di Balik Konsumsi Minuman dan Makanan Manis Berlebihan
Konsumsi gula yang dianjurkan untuk dikonsumsi yaitu 34 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari. Batas ini merupakan total gula yang dikonsumsi dalam satu hari, termasuk buah-buahan, sayuran, boba, minuman bersoda, donat dan lain-lain. Jika konsumsi harian mu berlebihan maka akan berisiko terjadinya berbagai jenis penyakit. Berikut ini merupakan gangguan kesehatan dibalik minuman dan makanan manis yang kamu konsumsi.
1. Obesitas
Konsumsi minuman dan makanan manis yang berlebihan bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan hingga obesitas. Hal ini terjadi karena kebanyakan makanan dan minuman tersebut mengandung gula sederhana yang bisa meningkatkan rasa lapar. Sehingga bisa membuat kamu makan lebih banyak. Selain itu konsumsi gula yang berlebih juga bisa mengganggu metabolisme dan kemampuan tubuh dalam memproses lemak dan kolesterol.
Also Read
Kadar gula yang berlebih juga bisa meningkatan risiko resistensi leptin, yaitu hormon yang mengendalikan nafsu makan serta rasa lapar.
Leptin dibuat dalam sel lemak dan beredar di dalam aliran darah. Adapun tugas leptin ini adalah memberikan sinyal ke otak bahwa perut sudah kenyang.
Kadar gula yang tinggi dalam darah mengganggu kerja leptin dalam mengirimkan sinyal tersebut ke otak. Hal ini berakibat tidak akan berhenti makan karena otak tidak menerima sinyal kenyang walaupun sudah makan banyak. Resistensi leptin inilah yang menyebabkan peningkatan risiko obesitas.
Selain itu kandungan gula yang ada pada minuman dan makanan manis tersebut akan menjadi lemak perut. Lemak ini berbahaya karena akan membuat ortax selalu merasa latar sehingga timbunan lemak di bagian perut akan semakin bertambah. Lemak perut yang bertambah banyak tersebut akan menjadi penyebab gangguan masalah kesehatan serta perdagangan dan tekanan darah tinggi.
2. Penyakit jantung
Orang yang gemar mengkonsumsi minuman dan makanan manis akan lebih tinggi terkena risiko penyakit jantung. Hal ini terjadi karena gula yang berlebih didalam tubuh bisa meningkatkan menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Ketiga kondisi tersebut merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung. Selain itu juga bisa menyebabkan stroke. Sebuah penelitian menyatakan bahwa mengkonsumsi 1 kaleng minuman manis per hari akan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung sebanyak 20%. Selain itu, molekul pada gula bernama “glukosa 6-fosfat” dapat mengakibatkan perubahan otot jantung yang berujung pada kondisi gagal jantung.
3. Diabetes
Obesitas yang terjadi karena mengonsumsi minuman dan makanan manis bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Selain obesitas, asam gula yang berlebih juga bisa menyebabkan resistensi insulin yang akan memicu diabetes. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas, yang bertugas sebagai pengatur kadar gula darah. Resistensi insulin menyebabkan seseorang mengalami penurunan sensitivitas terhadap kadar glukosa. Kondisi ini akan disertai dengan ketidakmampuan otot dan jaringan lemak untuk meningkatkan pengambilan glukosa, sehingga menyebabkan kenaikan kadar gula dalam darah. Diabetes mellitus dapat menyebabkan komplikasi pada ginjal, mata, dan jantung.
4. Kulit berjerawat
Akibat konsumsi minuman dan makanan manis juga bisa memperparah dan menyebabkan kulit berjerawat. Kadar gula dalam tubuh yang melonjak tinggi dapat meningkatkan sekresi androgen, produksi minyak, dan peradangan. Kondisi-kondisi tersebut dapat memicu timbulnya jerawat di kulit. Selain jerawat, minuman dan makanan yang manis hanya bisa memerah keriput di wajah dan mempercepat proses penuaan uit.
5. Kerusakan gigi
Gula menjadi salah satu penyebab utama dari gigi yang rusak. gula yang berasal dari konsumsi minuman dan makanan manis tersebut akan menempel di gigi dan membantu bakteri menghasilkan asam dan mengikis email gigi serta bisa berisiko berubah menjadi gigi berluabang.
Kondisi ini tidak akan terjadi sar kamu mengonsumsi gula alami yang berasal dari buah dan sayuran. Karena Gula alami ini relatif aman untuk kesehatan gigi selama dikonsumsi secara langsung. Jika diolah menjadi jus atau smoothie, gula dalam buah atau sayur akan terlepas dan justru memicu kerusakan pada gigi.
6. Penyakit kanker
Penyakit pada tubuh, obesitas dan resistensi insulin dikarenakan mengkonsumsi minuman dan makanan dengan gula berlebih akan meningkatkan risiko terkena kanker. Seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker usus besar dan kanker esofagus.
7. Depresi
Konsumsi gula yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko terkena depresi. Hal Ini terjadi karena gula yang terkandung di dalamnya bisa menjadi penyebab ketagihan dan peningkatan kadar opioid dan dopamin yang ada di otak.
8. Nyeri sendi (gout)
Kemudian mengkonsumsi gula yang berlebih juga bisa meningkatkan risiko asam urat sebanyak 75 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang jarang meminumnya.
9. Penyakit ginjal
Obesitas, diabetes dan hipertensi yang disebabkan karena mengkonsumsi minuman dan makanan manis bisa menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya yaitu ginjal. Diabetes memicu terjadinya kerusakan dan pembentukan jaringan parut nefron yaitu bagian ginjal yang berfungsi menyaring limbah dari darah. Bagian ini juga berfungsi untuk membuang kelebihan cairan dalam tubuh. Kerusakan ini juga menyebabkan protein albumin terbuang ke urine dan tidak diserap kembali.
10. Penyakit hati
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology menemukan, bahwa minum satu atau lebih minuman manis setiap hari selama lima sampai tujuh tahun dapat menyebabkan penyakit hati berlemak
Supaya terhindar dari berbagai penyakit tersebut, maka perlu mengurangi konsumsi gula dengan cara :
- Mencari alternatif lain dengan kandungan gula alami
Contohnya buah-buahan.
- Cukupi kebutuhan serat untuk menghentikan keinginan makan makanan manis
Serat dari buah, sayur, kacang-kacangan serta biji-bijian membuat kenyang lebih lama, sehingga nafsu makan bisa ditekan.
- Makan teratur
Artinya Makan setiap 4-6 jam sekali dengan versi yang kecil. Hal Ini bertujuan untuk menghambat keinginan makan manis.
- Tidur yang cukup
Langkah ini dapat mencegah rasa lapar yang berlebihan dan membuatnya lebih bertenaga.
- Mengkonsumsi air putih
Pilihlah air putih atau air berkarbonasi yang tidak mengandung pemanis, bisa juga mengkonsumsi minuman soda rendah kalori yang kandungan gulanya lebih sedikit.
Makanan dan minuman manis memang susah ditolak karena rasanya yang enak dan efeknya bisa membuat mood cepat naik. Tetapi jika dikonsumsi berlebihan akan membuat beban tubuh menjadi berat.
Dan kuncinya bukan berarti kamu harus stop total konsumsi gula. Karena tubuh juga butuh gula, yang terpenting adalah sadar porsi. Jadi mulai hari ini makanan dan minuman manis apa yang sudah kamu konsumsi dan langkah kecil apa yang akan kamu buat? (ana)














