Tips Memilih Takjil Sehat, Tanpa Pengawet

Anastasia

Lifestyle

Foto : Pexels

Hai Cantikers! Bulan Ramadhan identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka. Di sepanjang jalan-jalan ada banyak deretan pedagang dadakan, hingga aneka minuman manis berwarna-warni menjadi pemandangan khas di banyak daerah. Namun dibalik kemeriahan tersebut, penting untuk kamu ketahui agar tetap memperhatikan kesehatan dan keamanan pangan. Jadi penting untuk memilih takjil yang sehat.

Sebaiknya kamu juga perlu memahami tips berburu takjil yang sehat alias tanpa bahan pengawet yang berbahaya. Berburu takjil bukan masalah mendapatkan menu favorit, tetapi juga menjaga tubuh tetap bugar sepanjang bulan puasa. Pola makan yang tepat berperan besar dalam menjaga keseimbangan gula darah, hidrasi, serta stamina Ramadhan agar tetap optimal. Yuk, cari tahu selengkapnya tentang takjil yang mengandung pengawet dan cara memilih takjil yang sehat.

Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin dan Borak

Formalin biasanya digunakan sebagai pengawet mayat. Dan untuk boraks digunakan untuk campuran deterjen. Boraks dan formalin saat ini banyak oknum yang menggunakannya pada makanan. Adapun jika kamu menemukan makanan yang mengandung dua bahan ini bisa dikenali dengan cirinya. Biasanya orang menggunakan dua bahan i pada makanan seperti mie basah, bakso, atau tahu. Yuk kamu bisa kenali cirinya yaitu:

  • Tekstur Terlalu Kenyal: Mengutip panduan Kementerian Kesehatan RI, makanan yang mengandung boraks atau formalin cenderung memiliki kekenyalan yang tidak alami (sangat membal) dan tidak mudah hancur.
  • Daya Tahan Tidak Wajar: Tahu yang mengandung formalin tidak akan rusak atau busuk meski diletakkan di suhu ruangan selama lebih dari 24 jam.
  • Aroma Kimia: Seringkali tercium aroma obat yang menyengat, bukan aroma segar bahan pangan dasar.

Waspada Pewarna Tekstil

Ternyata bukan cuma boraks dan formalin saja yang ditemukan pada makanan. Karena selain makanan, minuman juga bisa mengandung zat yang berbahaya. Minuman segar atau kue basah dengan warna yang mencolok sering kali menggunakan pewarna pakaian agar lebih menarik. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sering mengingatkan bahwa pewarna ini sangat beracun bagi sistem saraf.

  • Warna yang terlihat “Menyala”: Takjil dengan warna merah atau kuning yang sangat tajam, berpendar, dan tidak merata biasanya mengindikasikan penggunaan pewarna non-pangan.
  • Titik Warna: Perhatikan apakah ada bintik-bintik warna yang tidak terlarut sempurna pada makanan atau minuman.
  • Rasa Pahit/Gatal: Makanan dengan pewarna tekstil sering meninggalkan rasa pahit atau sensasi gatal/serak di tenggorokan sesaat setelah dikonsumsi.

Untuk menghindari risiko kesehatan, kamu bisa terapkan langkah-langkah berikut saat berburu takjil:

1. Perhatikan Higienitas Penjual

Pastikan tempat berjualan bersih, tidak dekat dengan tempat pembuangan sampah, dan penjual menggunakan penutup makanan agar tidak dihinggapi lalat. Kebersihan lapka juga menjadi tanda awal dari keamanan makanan. Pilih makanan yang disiapkan dengan tangan dan alat yang bersih untuk mencegah kontaminasi silang.

Apabila penjualnya menggunakan penjepit kurayu sarung tang makan makanan itu mempunyai nilai tambah. Jadi jangan pilih takjil yang dibiarkan terbuka tanpa penutup.

2. Cek Kemasan

Sebaiknya hindari takjil yang dibungkus dengan kertas bekas (koran/majalah) atau plastik hitam non-food grade, karena tinta pada kertas dapat bermigrasi ke makanan panas.

3. Utamakan Olahan Rumah

Cara paling aman adalah mengolah takjil sendiri di rumah untuk memastikan kualitas bahan baku.

4. Pastikan Makanan Tetutup dengan baik

Tahukah kamu jika makan yang terbuat lebih besar resikonya terkena debu dan serangga. Menurut U.S Food and Drink Administration makanan siap saji sebaiknya terlindung dari paparan lingkungan luar agar kualitasnya tetap baik dan aman. Takjil seperti kolak atau bubur sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup. Hal ini membantu menjaga kebersihan sebelum dikonsumsi saat berbuka.

5. Perhatikan suhu penyimpanan.

Suhu makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan bakteri. CDC menjelaskan bakteri berkembang cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat C jika makanan dibiarkan terlalu lama.

Takjil seperti santan atau pudding sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Pilih makanan yang baru dimasak atau baru dikeluarkan dari pendingin.

6. Pilih takjil yang tidak terlalu berminyak

Sebaiknya pilih takjil yang tidak banyak mengandung minyak. Suhu makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan bakteri. CDC menjelaskan bakteri berkembang cepat pada suhu antara 4 hingga 60 derajat C jika makanan dibiarkan terlalu lama.

Takjil seperti santan atau pudding sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Pilih makanan yang baru dimasak atau baru dikeluarkan dari pendingin.

7. Cek aroma dan tekstur

Kamu bisa tahu makanan tersebut layak konsumsi apa tidak adalah dengan mengecek aroma dan tekstur. Indra penciuman dan penglihatan dapat membantu mendeteksi makanan yang tidak segar.

Jangan ragu untuk membatalkan pembelian jika memang aroma tidak meyakinkan. Intinya keamanan lebih penting daripada rasa penasaran.

8. Perhatikan kemasan dan wadah

Takjil yang dikemas dengan plastik bersih dan tertutup rapat lebih aman. FDA menyebutkan bahwa kemasan yang baik membantu melindungi makanan dari kontaminasi fisik maupun bakteri.

Hindari wadah yang tampak kotor atau digunakan berulang tanpa dicuci. Ini sangat penting menjaga kualitas makanan.

Bijak Memilih Takjil, Sehat Berpuasa

Takjil yang sehat bukan hanya memberikan rasa kenyang tapi juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika kamu akan membuat atau membeli takjil, yakni hindari takjil yang terlalu manis. Konsumsi gula yang berlebihan secara drastis dapat menyebabkan rasa lemas setelah berbuka. Pilihlah manis alami dari buah, misalnya madu, kurma atau buah segar lainnya.

Kemudian hindari makanan yang digoreng. Berlebihan mengonsumsi makanan yang digoreng, dapat berpengaruh pada pencernaan dan kadar kolesterol dalam tubuh. Jika ingin berbuka dengan makanan yang digoreng, pilihlah yang digoreng dengan minyak goreng yang segar atau minyak yang lebih sehat.

Pilihan takjil yang sehat yakni juga mengandung serat tinggi dan protein, misalnya makanan serat tinggi yakni pada buah-buahan, kacang-kacangan dan sayuran. Makanan berprotein misalnya susu, yogurt, tahu dan tempe, telur rebus dan lainnya.

Porsi saat berbuka puasa perlu diperhatikan demi kesehatan. Sebaiknya porsi makan tidak terlalu banyak, perut yang kekenyangan akan terasa kurang nyaman dan berpotensi mengganggu ibadah lainnya. Awali dengan minum air secukupnya dilanjutkan dengan sedikit buah atau hidangan ringan lainnya.

Memilih takjil yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Pilih yang Manis dan Segar: Takjil manis dan segar akan membantu mengembalikan kadar gula darah dan menghidrasi tubuh setelah berpuasa.
  • Perhatikan Kandungan Karbohidrat dan Protein: Pilih takjil yang mengandung karbohidrat dan protein, seperti lemper atau bubur, untuk memberikan energi yang lebih tahan lama.
  • Hindari Gula Berlebihan: Batasi konsumsi takjil yang terlalu manis atau mengandung banyak gula tambahan. Tambahkan buah segar sebagai pemanis alami.
  • Perhatikan Kebersihan: Pastikan takjil yang dikonsumsi bersih dan diolah dengan baik untuk mencegah masalah pencernaan.

Dan jika memunginkan buat takjil sendiri di rumah.Dengan membuat takjil sendiri akan lebih murah, selain itu kita juga tahu bahan apa saja yang ada didalamnya. (ana)

Popular Post

Sample alt

Panduan Lengkap Memilih Sabun Mandi yang Tepat untuk Kulit Anda

Rahma Cantika

Setiap hari, kita memulai atau mengakhiri aktivitas dengan satu ritual yang sama: mandi. Di tengah ritual tersebut, ada satu produk ...

Seorang wanita sedang mengoleskan kocic acid untuk kulit

7 Manfaat Kojic Acid untuk Kulit: Mencerahkan dan Menghilangkan Flek Hitam Secara Alami

Lindasari

Hai, Cantikers! Dalam beberapa tahun terakhir, produk perawatan kulit dengan bahan aktif semakin populer di kalangan pecinta skincare. Salah satu ...

Dua profesional berjabat tangan sebagai simbol kesepakatan dalam negosiasi gaji.

Cara Tepat Negosiasi Gaji untuk Mencapai Kesepakatan

Lindasari

Hai, Cantikers! Negosiasi gaji seringkali menjadi momen yang menegangkan. Banyak orang merasa ragu, takut dianggap tidak sopan, atau khawatir kesempatan ...

7 Rekomendasi Tren Warna Lipstik 2026

Anastasia

Hai cantikers..Tren lipstik selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Dan memasuki tahun 2026 warna lipstik yang digunakan diprediksi tidak ...

Menemukan Jodohmu: Panduan Lengkap Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang

Dea Ayu

Menemukan Jodohmu: Panduan Lengkap Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang Mencari lipstik nude yang sempurna untuk kulit sawo matang seringkali ...

Bye Kulit Kusam! Ini Rahasia Wajah Fresh Sepanjang Hari

Rahma Cantika

Hai, Cantikers! Saatnya bilang selamat tinggal pada wajah lelah dan tampak kusam yang bikin percaya diri menurun. Aktivitas padat, polusi, ...

Leave a Comment