Hai Cantikers! Buah dan sayur merupakan sumber serat, vitamin dan mineral untuk tubuh. Namun apa jadinya jika buah dan sayur tersebut justru memiliki dampak buruk bagi kesehatan karena mengandung pestisida tinggi? Dan apa efek samping dari pestisida bagi tubuh?
Jenis buah dan sayur dengan kandungan pestisida yang tinggi
Pestisida merupakan bahan kimia yang dipakai untuk melindungi tanaman dari hama, jamur dan serangga. Tanaman disemprot dengan gas yang berupa pestisida. Sehingga semua bagian tanaman tersebut akan terkena pestisida. Dibawah ini adalah buah dan sayur dengan kandungan pestisida yang tinggi di dalamnya mengutip Healthline.
- Stroberi: Stroberi secara konsisten menduduki puncak daftar Dirty Dozen. Pada tahun 2023, EWG menemukan bahwa 30% dari semua sampel stroberi mengandung sepuluh atau lebih residu pestisida.
- Bayam: 76% sampel bayam mengandung residu pestisida, termasuk permetrin, insektisida neurotoksik yang sangat beracun bagi hewan (6).
- Kale, sawi, dan sawi hijau. 86% dari semua sampel sayuran berdaun hijau ditemukan mengandung dua atau lebih residu pestisida, termasuk neurotoksin imidacloprid, bifenthrin, dan sipermetrin.
- Persik: Lebih dari 99% buah persik yang diuji oleh EWG mengandung residu pestisida, dengan 65% mengandung setidaknya empat residu.
- Pir: Lebih dari 63% pir yang diuji oleh EWG mengandung residu dari lima atau lebih pestisida.
- Nektarin: EWG mendeteksi residu pada hampir 94% sampel nektarin, dengan satu sampel mengandung lebih dari 15 residu pestisida yang berbeda.
- Apel: EWG mendeteksi residu pestisida pada 90% sampel apel. Terlebih lagi, 80% apel yang diuji mengandung jejak difenilamin, pestisida yang dilarang di Eropa.
- Anggur: Anggur konvensional merupakan makanan pokok dalam daftar Dirty Dozen, dengan lebih dari 96% dinyatakan positif mengandung residu pestisida.
- Paprika dan cabai: Paprika manis mengandung lebih sedikit residu pestisida dibandingkan buah dan sayuran lainnya. Namun, EWG memperingatkan bahwa pestisida yang digunakan pada paprika manis cenderung lebih beracun bagi kesehatan manusia.
- Ceri: EWG mendeteksi rata-rata lima residu pestisida pada sampel ceri, termasuk pestisida yang disebut iprodione, yang dilarang di Eropa.
- Blueberry: EWG menemukan bahwa 90% blueberry mengandung residu pestisida, dengan 80% mengandung dua atau lebih residu.
- Kacang hijau: EWG menambahkan kacang hijau ke dalam daftar Dirty Dozen setelah menemukan bahwa 90% sampel mengandung pestisida, termasuk asefat, neurotoksin yang dilarang oleh EPA pada tahun 2011.
Bahaya pestisida untuk kesehatan
Pestisida memiliki dampak yang berbahaya untuk kesehatan jika penggunaannya tidak tepat. Pestisida bisa masuk kedalam tubuh dan bisa merusak sel serta mengganggu fungsi organ. Apabila terpapar terus menerus, paparan pestisida akan berisiko menimbulkan beberapa permasalah kesehatan diantaranya :
Also Read
1. Iritasi kulit
Salah satu bahaya pestisida yang sering terjadi yaitu iritasi kulit. Pestisida bisa mengenai kulit secara langsung. Seperti ketika sedang menyemprotkan pestisida tanaman. Gejala yang terjadi biasanya ruam, bengkak, gatal, nyeri atau lepuh.
2. Gangguan reproduksi
Bahaya pestisida berikutnya adalah gangguan reproduksi, baik bagi pria maupun wanita. Dampak untuk pria, antara lain terjadinya gangguan hormon yang bisa mengakibatkan penurunan produksi dan kualitas sperma. Dan untuk wanita yang sering terkena paparan pestisida bisa mengalami gangguan kesuburan, haid yang tidak teratatur serta melahirkan prematur.
3. Keracunan
Pestisida juga dapat mengakibatkan keracunan apabila tertelan, terhirup ataupun terkena kulit. Beberapa gejala keracunan pestisida meliputi mata yang berair, pandangan menjadi kabur, keringat yang berlebih, muntah, diare dan sering buang air kecil. Keracunan pestisida yang parah bisa menimbulkan sesak napas serta lemas.
4. Gangguan kehamilan dan perkembangan janin
Pestisida mengandung bahan kimia yang bisa merusak sistem saraf. Itulah sebabnya ibu hamil sebaiknya menghindari pestisida.
Paparan pestisida dapat dikaitkan dengan risiko penyakit parkinson dapat mengubah gen tertentu yang terlibat di dalam perkembangannya. Paparan pestisida juga seringkali dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit alzheimer dan kanker tertentu. Untuk paparan ada perempuan, risiko yang lebih tinggi bisa terjadi terkait hormon, seperti kanker payudara, tiroid dan ovarium.
Pada beberapa penelitian menemukan bahwa penggunaan pestisida bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker lainnya, termasuk kanker prostat, paru-paru dan hati.
Sedangkan untuk paparan kepada anak-anak, dampaknya akan lebih serius. Penggunaan pestisida mungkin memiliki beberapa efek negatif yang sering dikaitkan dengan kanker, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) serta autisme.
Ada kelompok yang paling berisiko terkena dampak pestisida yaitu :
- Janin, bayi, anak yang sedang tumbuh, hamil dan menyusui.
- Ibu, dan wanita usia subur adalah yang paling berisiko terkena.
- Anak-anak juga lebih berisiko daripada orang dewasa.
- Eksposur selama periode rentan juga bisa berbahaya, terutama pada perkembangan janin, bayi, anak usia dini, dan pubertas. Bahkan, janin bisa terpapar pestisida melalui pola makan ibu, bayi terpapar melalui ASI.
5. Gangguan reproduksi
Bahaya berikutnya yaitu pestisida bisa menyebabkan gangguan reproduksi. Gangguan ini bisa terjadi pada wanita maupun pria. Pada pria dapat mempengaruhi terjadinya gangguan hormon yang mengakibatkan penurunan produksi dan kualitas sperma. Dan bagi wanita akan mengalami gangguan kesuburan, haid yang tidak teratur serta melahirkan prematur.
6. Penyakit parkinson
Pestisida juga menyebabkan resiko seseorang menderita penyakit parkinson. Hal ini terjadi terutama jika terpapar tinggi dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Penyebabnya yaitu racun yang terdapat pada pestisida bisa merusak sel-sel saraf.
7. Pubertas dini
Pestisida berkaitan dengan pubertas yang terjadi lebih cepat, mesipun hal ini memerlukan penelitian yang lebih lanjut. Pestisida mengandung bahan kimia yang diduga meningkatkan produksi hormon yang bisa menyebabkan pubertas dini, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
8. Penyakit kanker
Sudah banyak penelitian yang mengaitkan pestisida dalam jangka panjang dengan kemunculan sel kanker, seperti kanker kulit, paru-paru, limfoma, payudara, prostat, ginjal, hati dan leukemia. Risiko paparan pestisida juga bisa mengakibatkan pekerja pertanian yang rentan terhadap resiko penyakit kanker ini.
Cara mengurangi paparan pestisida
Agar terhindar dari bahaya pestisida diatas, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut ini :
- Mengikuti petunjuk pemakaian dan penyimpanan pestisida sesuai jenisnya
- Menyimpan pestisida di tempat yang jauh dari sumber air
- Menggunakan pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan, saat akan menggunakan pestisida
- Mencuci sayur dan buah dengan air mengalir atau menggunakan larutan baking soda
- Mengupas kulit sayur dan buah bila memungkinkan
Itulah penjelasan mengenai beberapa bahaya pestisida pada buah dan sayur terhadap kesehatan. Selain bisa menerapkan cara di atas, kamu juga bisa mengurangi paparan pestisida dengan cara beralih ke bahan alami yang digunakan untuk mengusir serangga di rumah. (ana)














