Hai Cantikers! Melindungi kulit dari paparan sinar matahari kini tidak lagi sesulit dulu. Jika beberapa tahun lalu pilihan sunscreen hanya terbatas pada bentuk lotion atau krim, tahun 2026 menghadirkan inovasi baru yang jauh lebih praktis. Kini kita mengenal sunscreen dalam bentuk stick, mist, hingga gel.
Produk-produk ini muncul sebagai jawaban atas dua tantangan utama: malas reapply karena ribet dan tekstur sunscreen yang sering terasa lengket di cuaca tropis Indonesia. Bentuknya yang unik, ringan, dan mudah dibawa membuat ketiga jenis sunscreen ini langsung viral di media sosial.
Banyak yang mengklaim bisa dipakai di atas makeup, tidak meninggalkan white cast, bahkan bisa dipakai beberapa detik saja. Namun pertanyaannya, apakah sunscreen stick, mist, dan gel ini benar-benar seefektif sunscreen konvensional? Dan mana yang paling cocok untuk jenis kulit kamu?
Also Read
Disini, kita akan membahas tuntas perbedaan, kelebihan, kekurangan, serta tips penggunaan ketiga jenis SPF terbaru yang lagi hits ini. Simak sampai akhir agar tidak salah pilih ya.
Kenapa Sekarang Banyak Brand Luncurkan Bentuk Sunscreen Baru?
Munculnya sunscreen dalam bentuk stick, mist, dan gel bukan tanpa alasan. Ada 3 tren besar yang mendorong para brand berlomba-lomba menciptakan formula dan bentuk baru di tahun 2026.
1. Edukasi Tentang Reapply Semakin Masif
Dokter kulit dan dermatolog kini semakin gencar mengingatkan bahwa sunscreen harus di-reapply setiap 3-4 jam. Permasalahannya, bentuk lotion konvensional dinilai kurang praktis untuk dibawa dan diaplikasikan di atas makeup.
Dari sinilah muncul inovasi stick dan mist yang diklaim bisa dipakai kapan saja, di mana saja, tanpa membuat makeup luntur.
- Tuntutan Kulit Tropis dan Gaya Hidup Aktif
Cuaca Indonesia yang panas dan lembap membuat banyak orang mengeluh sunscreen terasa berat, lengket, dan memicu jerawat. Konsumen pun mulai mencari produk dengan tekstur lebih ringan.
Gel hadir dengan sensasi watery dan cepat menyerap. Sementara stick dan mist menawarkan kepraktisan bagi mereka yang mobilitasnya tinggi, seperti pekerja, pelajar, hingga traveler.
3. Pengaruh Media Sosial dan Tren Beauty
Platform seperti TikTok dan Instagram Reels membuat bentuk produk yang “unik” lebih mudah viral. Sunscreen stick yang bisa di-swipe, atau mist yang disemprot dengan aesthetic, secara visual lebih menarik dibanding menuang lotion dari botol.
Selain itu, tren skin minimalism juga mendorong orang untuk mencari produk multifungsi yang simpel, cepat, dan tidak ribet.Singkatnya, ketiga bentuk baru ini lahir untuk menjawab satu tujuan: membuat orang lebih disiplin dan nyaman menggunakan sunscreen setiap hari.
Bedah 3 Jenis SPF Baru: Sunscreen Stick, Mist, dan Gel
Agar tidak salah pilih, penting untuk memahami karakteristik masing-masing. Berikut perbedaannya:
A. Sunscreen Stick
Apa itu:Sunscreen dengan bentuk padat seperti lem glue stick atau lip balm ukuran jumbo. Cara pakainya cukup di-swipe langsung ke kulit.
Kelebihan:
Sangat praktis dan higienis – Tidak tumpah, tidak berantakan, dan bisa masuk ke dalam tas kecil.
Mudah untuk reapply di atas makeup – Karena padat, tidak akan menggeser foundation atau bedak.
Targeted protection – Pas untuk area yang sering gosong seperti tulang pipi, hidung, dan dahi.
Kekurangan:Cakupan kurang merata – Sulit digunakan untuk seluruh wajah karena butuh waktu lebih lama.
Risiko dosis kurang – Banyak orang hanya swipe 1-2 kali, padahal idealnya 3-4 swipe di setiap area.
Cocok untuk: Kulit berminyak, pelajar, pekerja kantoran, dan untuk touch up saat di luar ruangan.
Tips pakai: Swipe membentuk tanda pagar # di wajah, lalu tap perlahan agar merata.
B. Sunscreen Mist / Spray
Apa itu:Sunscreen cair dalam kemasan semprot dengan partikel sangat halus seperti kabut.
Kelebihan:Paling cepat dan mudah – Cukup semprot, tidak perlu diratakan dengan tangan.
Juara untuk reapply – Tidak merusak makeup dan bisa dipakai di mana saja.
Hasil akhir dewy – Banyak yang memberikan efek glowing sehat.
Kekurangan:Sulit mengontrol dosis – SPF hanya bekerja optimal jika digunakan 2 ruas jari. Dengan mist, orang cenderung menyemprot terlalu sedikit.
Tidak aman jika terhirup – Dianjurkan menyemprot ke tangan atau spons terlebih dahulu, bukan langsung ke wajah.
Cocok untuk: Kulit kering, aktivitas outdoor, dan sebagai touch up cepat.Tips pakai: Kocok dulu, semprot dari jarak 15-20 cm. Lakukan 3-4 kali semprot untuk seluruh wajah.
C. Sunscreen Gel
Apa itu:Sunscreen dengan tekstur gel bening, watery, dan cepat menyerap tanpa meninggalkan jejak putih.
Kelebihan:Super ringan dan tidak lengket – Rasanya seperti air. Sangat nyaman di cuaca panas. Tidak menyumbat pori – Finish-nya matte. Ini yang paling dicari pemilik kulit berminyak dan berjerawat.
No white cast – Aman untuk semua warna kulit.
Kekurangan:Potensi mengandung alkohol – Beberapa formula gel menggunakan alkohol agar cepat kering, bisa terasa perih di kulit sensitif.
Kurang praktis untuk reapply – Karena bentuknya cair, tetap butuh waktu untuk meratakan. Cocok untuk: Kulit berminyak, berjerawat, dan pria.Tips pakai: Gunakan sebanyak 2 ruas jari sebagai base sunscreen di pagi hari. (ana)














