Rumah Selalu Berantakan, Hati-Hati Tanda Hoarding Disorder!

Anastasia

health

Foto : Pexels

Hai Cantikers! Gangguan hoarding disorder merupakan kondisi saat seseorang mengalami kebiasaan menimbun barang yang tidak terpakai. Gangguan seperti ini bisa dialami oleh  siapa saja, baik remaja maupun orang tua.

Apa Itu Hoarding Disorder?

Hoarding disorder merupakan gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan terus menerus untuk membuang ataupun berpisah dengan barang-barang, tanpa melihat nilai aktualnya.

Berbeda dengan mengoleksi barang, orang dengan hoarding disorder memiliki keinginan untuk menyimpan batang yang menyebabkan penumpukan yang signifikan sehingga ruangan tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya.

Gangguan mental ini sering kali membuat rumah menjadi berantakan, karena dipenuhi barang-barang yang tidak diperlukan.

Bukan hanya itu, penderitanya juga tidak merasa hal itu sebagai gangguan. Hal inilah yang membuat penanganan menjadi suluit untuk diabaian.

Gejala Hoarding Disorder

Umumnya gejala hoarding disorder sudah terlihat karena melibatkan barang-barang yang berantakan dimana-mana.

Dibawah ini merupakan gejala hoarding disorder yaitu :

  • Menimbun banyak barang hingga pengidapnya tidak memiliki ruang lagi di rumahnya. Orang yang mengidap hoarding disorder sangat sulit untuk membuang barang-barang bajakan jika barang tersebut rusak dan tidak lagi digunakan.
  • Kesulitan membuang sebuah barang. Mereka akan kesulitan ketika membuat sebuah barang. Lama-lama barang yang tidak dibuang tersebut akan menumpuk. Memenuhi ruang penting di dalam rumah seperti kamar tidur, dapur ataupun ruang tamu. Dalam kasus yang ekstrim rumah menjadi tidak layak huni.
  • Kesulitan mengambil keputusan untuk merapikan barang-barangnya. Orang dengan hoarding disorder akan merasa bingung saat harus memutuskan barang mana yang perlu disimpan atau dibuang. Bukannya membuang, namun mereka akan menyimpan hampir semua barang.
  • Merasa cemas, marah, atau panik ketika hendak membuang barang. Bagi penderitanya merasa barang tersebut mempunyai sentimental yang sangat tinggi, walaupun bagi orang lain barang tersebut terlihat biasa saja atau bahkan tidak berarti apa-apa.
  • Cemas karena merasa akan membutuhkan barang-barang tersebut di masa mendatang
  • Tidak percaya jika ada orang lain yang menyentuh barangnya
  • Ruang di tempat tinggal jadi tidak berfungsi karena terlalu banyak barang tidak terpakai
  • Hidup terpisah dari teman-teman dan keluarga. Hal ini bisa dikarenakan mereka merasa malu dengan kondisi rumahnya. Sehingga banyak penderitanya menghindari interaksi sosial. Termasuk tidak mengundang teman atau keluarga ke rumah.
  • Menyimpan barang sampai mengganggu fungsi di rumah

Penyebab Hoarding Disorder

Hingga saat ini penyebab utama dari gangguan Hoarding Disorder belum diketahui secara pasti. Para ahli banyak yang menduga kondisi ini terjadi karena gangguan fungsi otak, faktor genetika dan peristiwa yang membuat stres penderita.

Penderita dengan masalah mobilitas fisik juga tidak bisa membersihkan tumpukan barang yang  sangat banyak. Sehingga kondisi seperti ini bisa membuat gangguan menimbun barang yang dialami oleh penderita.

Selain itu Hoarding Disorder juga bisa dipengaruhi oleh masalah kesehatan mental, seperti :

  • Depresi berat
  • Gangguan psikotik, seperti skizofrenia
  • Gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Pada beberapa kasus gangguan menimbun barang ini dikaitkan dengan sifat pengabaian diri. Orang-orang seperti ini cenderung mempunyai kondisi seperti :

  • Hidup sendiri
  • Belum memaafkan
  • Masa kecil yang kurang beruntung dan tidak bahagia
  • Mempunyai riwayat keluarga yang suka menimbun barang
  • Tumbuh dilingkungan rumah yang berantakan dan tidak pernah belajar cara memilah barang

Faktor Risiko Penyebab Hoarding Disorder

Biasanya gangguan menimbun barang ini dimulai ketika berusia antara 15 hingga 19 tahun. Akan tetapi gangguan ini seringkali dialami oleh orang dewasa.

Orang yang menderita gangguan menimbun barang bisa memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Dibawah ini merupakan beberapa faktor resiko terjadinya masalah Hoarding Disorder :

Faktor keluarga: Kondisi ini disebabkan oleh hubungan kuat antara anak dengan orang tua yang mengalami gangguan hoarding disorder.

Faktor kepribadian: Penderita kerap memiliki perilaku yang berbeda, seperti kesulitan dalam mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan tidak fokus.

Peristiwa kehidupan yang menegangkan: Kondisi ini biasanya terjadi akibat penderita mengalami pengalaman yang menegangkan, seperti kematian orang terdekat dan kehilangan harta benda saat kebakaran.

Orang dengan  gangguan ini seringkali tidak mencari perawatan untuk gangguan menimbun barang namun justru masalah lain yang diatasi. Seperti depresi, gangguan kecemasan, ataupun masalah hubungan dengan orang terdekat.

Untuk mengatasi permasalahan ini, kamu bisa berkonsultasi ke dokter. Dokter akan mendiagnosis dengan cara wawancara medis hingga pemeriksaan fisik. Diagnosis ini mencakup tentang kondisi emosional yang dialami oleh penderita.

Cara Mengatasi Hoarding Disorder

Dibawah ini adalah beberapa cara yang sah digunakan untuk mengisi Hoarding Disorder :

1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT

Terapi CBT yaitu terapi bicara yang memiliki peranan penting untuk mengelola masalah dengan cara mengubah pola pikir dan tindakan penderita. Jenis terapi ini bisa mendorong seseorang untuk memikirkan tentang diri sendiri dan orang lain yang memiliki kaitan dengan sudut pandang dan perasaan.

Terapi ini dilakukan dalam jangka waktu yang panjang serta menyertakan beberapa sesi di rumah supaya mampu mengatasi penimbunan secara langsung. Motivasi sangat penting dalam terapi ini. Selain itu uang komitmen dan kesabaran sehingga bisa membutuhkan waktu yang berbulan-bulan.

Tujuan dari dilakukannya terapi ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam mengambil keputusan dan keterampilan organisasi. Hal ini akan mendukung penderita untuk memulai membersihkan rumah a yang diakibatkan karena barang yang menumpuk.

2. Konsumsi obatan medis

Selain menjalankan  terapi CBT, dokter juga akan menyarankan penderita untuk mengonsumsi  obat yang bisa membatasi gangguan kecemasan dan depresi. Obart ini berupa antidepresan, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).

seperti yang tahu bahwa obat depresan juga mempunyai efek samping yang bisa mengganggu aktivitas keseharian. Contohnya mudah mengantuk, sakit eropa dan mual. sebelum mengkonsumsi obtaini disarankan untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu.

3. Perawatan Mandiri di Rumah

Kamu juga bisa mengatasi gangguan menimbun batang dengan cara melakukan perawatan mandiri dirumah. Kamu bisa mencoba langkah-langkah di bawah ini untuk mempercepat proses penyembuhan.

  • Buat daftar barang-barang yang ada di rumah
  • Mulai kategorikan barang tersebut menjadi “simpan”, “buang”, atau “sumbangkan”
  • Buang benda yang tidak terpakai dan sudah menumpuk secara perlahan-lahan, misalnya 5 benda dalam sehari
  • Bersihkan ruangan setiap hari atau minggu
  • Buat jadwal harian yang tidak berlebihan, misalnya membuang kertas kwitansi yang tidak terpakai, mencuci baju setelah makan siang, atau mencuci piring sebelum mandi
  • Sumbang barang tidak terpakai, seperti baju yang kayak pakai kepada orang lain
  • Letakkan sampah di setiap ruangan untuk mencegah penumpukan barang
  • Ambil foto ruangan, foto sebelum dan sesudah dibersihkan
  • Buat keputusan dengan cepat akan menyimpan barang atau tidak
  • Manfaatkan alat teknologi, seperti menonton film di handphone daripada menumpuk kaset
  • Tarik napas perlahan-lahan ketika merasa tidak nyaman atau merasa tegang setiap membuang barang
  • Jika menumpuk hewan peliharaan, cobalah untuk memberikannya ke shelter. (ana)

Popular Post

Sample alt

Panduan Lengkap Memilih Sabun Mandi yang Tepat untuk Kulit Anda

Rahma Cantika

Setiap hari, kita memulai atau mengakhiri aktivitas dengan satu ritual yang sama: mandi. Di tengah ritual tersebut, ada satu produk ...

Seorang wanita sedang mengoleskan kocic acid untuk kulit

7 Manfaat Kojic Acid untuk Kulit: Mencerahkan dan Menghilangkan Flek Hitam Secara Alami

Lindasari

Hai, Cantikers! Dalam beberapa tahun terakhir, produk perawatan kulit dengan bahan aktif semakin populer di kalangan pecinta skincare. Salah satu ...

Dua profesional berjabat tangan sebagai simbol kesepakatan dalam negosiasi gaji.

Cara Tepat Negosiasi Gaji untuk Mencapai Kesepakatan

Lindasari

Hai, Cantikers! Negosiasi gaji seringkali menjadi momen yang menegangkan. Banyak orang merasa ragu, takut dianggap tidak sopan, atau khawatir kesempatan ...

7 Rekomendasi Tren Warna Lipstik 2026

Anastasia

Hai cantikers..Tren lipstik selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Dan memasuki tahun 2026 warna lipstik yang digunakan diprediksi tidak ...

Menemukan Jodohmu: Panduan Lengkap Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang

Dea Ayu

Menemukan Jodohmu: Panduan Lengkap Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang Mencari lipstik nude yang sempurna untuk kulit sawo matang seringkali ...

Bye Kulit Kusam! Ini Rahasia Wajah Fresh Sepanjang Hari

Rahma Cantika

Hai, Cantikers! Saatnya bilang selamat tinggal pada wajah lelah dan tampak kusam yang bikin percaya diri menurun. Aktivitas padat, polusi, ...

Leave a Comment