Hai Cantikers! Kebanyakan orang memilih sepatu karena kenyamanan saat dipakai. Namun tahukah kamu, kenyamanan awal belum tentu menjamin kesehatan kakimu di masa mendatang.
Pada beberapa jenis sepatu yang terasa empuk dan ringan justru bisa menimbulkan berbagai masalah, antara lain nyeri tumit hingga gangguan struktur kaki.
Ini dia 5 jenis sepatu yang sering dianggap nyaman, namun sebenarnya berisiko untuk kesehatan kaki.
Also Read
5 Jenis Sepatu yang dianggap nyaman namun beresiko untuk kaki
1. Sepatu casual bersol tipis
Sepatu casual yang memiliki sol tipis dan datar memang terlihat praktis. Selain itu juga mudah dipadukan dengan berbagai gaya. Akan tetapi sepatu jenis ini seringkali minim dukungan pada lengkungan kaki (arch support).
“Banyak sepatu kasual tidak memiliki dukungan dan stabilitas yang cukup, sehingga dapat menyebabkan nyeri tumit dan kelelahan kaki,” jelas dokter ortopedi Mauricio Garcia.
Jenis sepatu kasual ini juga seringkali tidak mempunyai sistem pengikat yang kuat. Hal ini menyebabkan kaki kurang stabil saat berjalan. Dan dalam waktu lama kondisi semacam ini bisa menyebabkan kaki lecet, iritasi bahkan bisa memperburuk struktur kaki.
2. Flat shoes tipis dan runcing
Sepatu flat seringkali dianggap sebagai sepatu alternatif yang paling nyaman dipakai, dibandingkan dengan sepatu hak tinggi. Akan tetapi tidak semua sepatu flat shoes baik untuk kesehatan kaki.
“Meski terlihat lembut dan nyaman, sepatu flat tidak memberikan cukup dukungan pada lengkungan kaki maupun peredam benturan,” tutur Garcia.
Sol sepatunya terlalu tipis menyebabkan kaki rentan terhadap tekanan dari permukaan jalan. Bukan hanya itu saja, model ujung yang runcing bisa menekan jari-jari kaki.
“Bagian depan yang sempit bisa menjepit jari kaki dan memicu masalah seperti bunion, hammertoe, hingga nyeri saraf,” lanjutnya.
3. Sepatu empuk tanpa penyangga
Sepatu yang memiliki bantalan empuk seringkali dijadikan pilihan karena nyaman saat digunakan berjalan.
Akan tetapi, dokter spesialis kaki Cameron Bennet menjelaskan bahwa jenis ini seringkali tidak mempunyai struktur penopang yang baik.
“Sepatu yang terasa lembut di awal bisa kehilangan support di area tekanan tinggi, yang kemudian memicu rasa sakit dan masalah lain pada kaki,” katanya, dikutip dari Best Life, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, bantalan sepatu yang terlalu lembut bisa tertekan di area tertentu, sehingga tidak mampu lagi menopang kaki secara optimal.
“Busa empuk bisa cepat mengempis di titik tekanan tinggi, yang kemudian menyebabkan nyeri dan masalah kaki,” ujarnya.
Hal ini mengakibatkan kaki tidak mendapatkan dukungan yang stabil, sehingga bisa menyebabkan kelelahan otot, nyeri tumit serta gangguan postur.
4. Sandal jepit
Sandal yang satu ini menjadi pilihan banyak orang karena ringan dan praktis. Walaupun begitu para ahli menyebut sandal jepit termasuk yang paling berisiko.
“Sebagian besar sandal jepit tidak memberikan dukungan pada kaki dan membuat jari harus mencengkeram untuk menjaga sandal tetap di tempatnya,” ucap Bennet.
Kebiasaan tersebut membuat otot kaki bekerja lebih keras dari seharusnya, sehingga memicu kelelahan dan nyeri.
Selain itu, sandal jepit juga tak bisa memberikan perlindungan yang cukup. Hal ini membuat akan lebih rentan cedera seperti terbentur atau terkena benda tajam.
5. Sandal terbuka bertali
Sandal bertali sering dianggap lebih aman jika dibandingkan dengan sandal jepit. Hal ini dikarenakan sandal jepit tidak mudah lepas. Akan tetapi jenis ini tetap mempunyai kekurangan.
“Sandal biasanya tidak memberikan cukup dukungan pada lengkungan kaki dan membuat kaki lebih terbuka terhadap lingkungan,” kata ahli kaki Gregory Alvarez.
Selain minimnya perlindungan, penggunaan sandal terbuka juga dapat menyebabkan kulit kaki menjadi kering, terutama saat cuaca panas.
“Panas dan penggunaan sandal bisa membuat kulit lebih cepat kering, sehingga penting menjaga kelembapan kaki,” ujarnya.
Cara memilih sepatu yang tepat
Jika kamu ingin memilih sepatu sebaiknya perhatikan hal-hal dibawah ini :
1. Belilah sepatu di sore atau malam hari
Kamu harus perhatikan saat membeli sepatu. Beli sepatu saat sore hari atau malam hari. Hal ini untuk menghindari sepatu yang tidak nyaman dan sempit. Karena di waktu sore atau malam hari, kaki menjadi sedikit membesar dibandingkan dengan pagi hari. Jadi sepatu bisa kamu coba saat kaki sedang membesar. Sebisa mungkin hindari membeli sepatu pada pagi hari atau siang hari.
2. Perhatikan dan cocokkan ukuran tinggi hal dengan kondisi tubuh
Gunakan sepatu dengan hak tidak terlalu tinggi. Tidak lebih dari 2,5 cm. Sepatu dengan hak tinggi bisa menjadikan tubuh berada pada postur yang tidak normal sehingga resiko cedera bisa terjadi.
Kamu bisa pilih sepatu dengan hak yang agak lebar (tidak terlalu runcing). Hal ini akan membantu kamu dalam memiliki keseimbangan berjalan yang lebih baik serta menghindarkan dari terjatuh dan terkilir.
3. Cermati bentuk dasar sepatu
Cara memilih sepatu yang tepat yaitu dengan mencermati bentuk dasarnya. Kamu bisa perhatikan bagian dasar sepatu, apakah dapat mendukung lengkungan telapak kaki dengan baik atau tidak.
Menggunakan alas dasar sepatu yang sesuai dengan lengkungan kaki akan mengurangi kecenderungan terjadinya nyeri lutut, nyeri pinggang dan nyeri punggung.
4. Ukur kedua kaki
Sebelum kamu memilih sepatu, pastikan untuk mengukur kaki terlebih dahulu. Cara ini penting dilakukan karena pada saat dewasa ukuran kaki bisa berubah.
Selain itu ukuran kaki juga bisa berbeda antara kiri dan kanan. Jadi pilih sepatu yang sesuai dengan kaki terbesarmu.
5. Bawa kaos kaki
Apabila kaki sering menggunakan kaos kaki, sebaiknya kaos kaki selalu kamu gunakan sambil mencoba sepatu yang akan dipilih.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah sepatu yang kamu pilih tidak terlalu panas atau bahkan sempit saat menggunakan kaos kaki. Terutama saat berjalan atau berlari.
6. Gunakan aturan praktis
Harus ada jarak antara bagian depan jempol dengan ujung sepatu. Jaraknya sekitar ibu jari. American Academy of Orthopedic Surgeons menulis bahwa ketika memakai sepatu, kamu harus bisa dengan bebas menggoyangkan semua jari kaki saat sepatu itu dipakai.
Bukan hanya bagian depan saja yang diperhatikan. Namun bagian tumit juga harus diperhatikan. Sepatu yang sehat untuk kaki memiliki bagian tumit yang pas sehingga tidak akan terlepas saat kamu berjalan.
7. Coba sepatunya
Cara ini bisa dilakukan semua orang ketika memilih sepatu. Namun ternyata masih banyak juga hanya mencoba sepatu satu kali saja.
Padahal sebaiknya ketika kamu mencoba sepatu maka kedua kaki harus mencoba agar mendapatkan kenyamanan yang pas.
Jangan lupa juga untuk berjalan beberapa langkah menggunakan sepatu yang kamu pilih. Kamu bisa mencoba di atas lantai keramik dan berkarpet. Jika kaki terasa tertekan dan tidak leluasa bergerak malam segera ganti dengan ukuran lain. (ana)














