Hai Cantikers! Saat tubuh kekurangan cairan bisa dikenali lewat beberapa hal, diantaranya rasa haus dan mulut terasa kering. Hal Ini perlu diperhatikan karena tubuh memerlukan cairan supaya bisa berfungsi dengan baik. Cairan yang cukup juga dibutuhkan agar tubuh terhindar dari dehidrasi.
Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas cairan. Cairan digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Sehingga diperlukan air putih minimal dua liter atau 8 gelas sehari agar kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan baik.
Tanda Kekurangan Cairan pada Tubuh
Ketika tubuh kekurangan cairan, ada beberapa tanda yang muncul diantaranya :
Also Read
1. Haus
Ciri tubuh yang paling penting dan utama saat kekurangan cairan adalah haus. Rasa haus muncul yang merupakan respon alami saat tubuh mengalami kekurangan cairan. Tubuh membutuhkan air agar bisa menjalankan fungsinya dengan optimal.
2. Sakit kepala
Kurang cairan tubuh bisa menyebabkan sakit kepala, terutama saat sedang berdiri. Akan tetapi sakit kepala yang disebabkan kondisi ini biasanya hanya bersifat sementara. Sakit kepala ini akan hilang dengan sendirinya saat kamu mengonsumsi air putih yang cukup. Volume darah akan ikut berkurang sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan membuat otak kekurangan darah sehingga akan merasakan pusing.
3. Urine berwarna gelap
Saat kekurangan air putih, urine akan berwarna menjadi gelap. Hal Ini dikarenakan tubuh berusaha untuk menyimpan cadangan air yang ada di dalam tubuh, sehingga air yang dikeluarkan melalui urine menjadi berkurang.
Urine akan didominasi oleh imbaha tubuh seperti, natrium dan urea yang membuat warnanya menjadi lebih gelap dari biasanya. Saat asupan cairan mencukupi, urine terlihat terang bahkan hampir bening. Sementara, dehidrasi membuat warna urine lebih pekat dan gelap karena kadar air pada urine berkurang. Oleh karena itu, zat-zat yang terkandung pada urine menjadi lebih pekat dan warna urine tampak lebih gelap.
4. Mudah lelah
Mudah lelah juga akan dirasakan saat kamu mengalami kekurangan cairan. Mudah lelah ini bisa mempengaruhi siklus tidur di malam hari. Orang yang mengalami dehidrasi biasanya akan kurang tidur, dan orang yang cairan tubuhnya cukup akan membuat tidur menjadi berkualitas.
Ketika tubuh mengalami dehidrasi, volume darah akan berkurang sehingga mengakibatkan penurunan tekanan darah yang akan mengakibatkan menjadi lebih mudah mengantuk, lelah, pusing, atau kebingungan.
5. Sulit konsentrasi
Ketika asupan cairan tidak terpenuhi dengan baik akan membuat konsentrasi bisa terganggu. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi bisa mengganggu fungsi otak, terutama untuk konsentrasi dan daya ingat.
6. Mulut terasa kering dan bau mulut
Kurang minum air putih akan menyebabkan produksi air liur menurun sehingga bibir dan mulut menjadi menjadi kering. Walaupun sudah minum banyak, kondisi seperti ini juga bisa terjadi apabila kondisi lain yang menyebabkannya. Bukan hanya itu saja, kurangnya produksi air liur juga bisa membuat bakteri yang ada di mulut menumpuk sehingga bisa menyebabkan bau mulut.
7. Sembelit
Sembelit bisa terjadi saat kamu kekurangan cairan tubuh. Makanan berserat memang berperan penting agar BAB lancar, namun asupan air pun tak kalah penting. Ketika usus besar kekurangan cairan, maka feses akan semakin keras dan sulit keluar.
Sembelit sering ditandai dengan berbagai gejala diantaranya perut kembung dan buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu.
8. Kejang
Kekurangan cairan bisa menyebabkan kadar elektrolit tidak seimbang sehingga membuat elektrolit bekerja mengirimkan sinyal elektrik ke setiap sel. Saat jumlah elektrolit dalam tubuh tidak optimal, sinyal elektrik ini menjadi kacau yang nantinya dapat memicu otot berkontraksi yang tidak disengaja dan kejang. Kondisi ini juga bisa menjadikan kehilangan kesadaran.
9. Jantung berdebar
Elektrolit selain berguna untuk menjaga detak jantung supaya tetap sehat dan stabil juga akan menjaga kondisi otot. Kekurangan kadar elektrolit saat dehidrasi menyebabkan detak jantung tidak normal sehingga membuat kamu bisa merasakan jantung berdebar
10. Menginginkan rasa manis
Kekurangan cairan juga bisa menyebabkan hasrat mengonsumsi makanan manis. Hal ini berkaitan dengan proses pemecahan glikogen sebagai cadangan energi. Air berguna untuk menjaga fungsi organ, salah satunya liver yang berfungsi menyimpan cadangan gula, yakni glikogen. Saat tubuh kekurangan cairan, liver kesulitan melepas glikogen sehingga mengakibatkan otak memberikan sinyal agar tubuh mendapatkan asupan gula dari makanan.
Selain tanda-tanda di atas, sebenarnya ada tanda lain yang tak boleh diabaikan. Dilansir dari berbagai sumber, di bawah ini tanda dehidrasi lainnya yang harus diwaspadai :
- Mengalami perubahan suasana hati sehingga lebih mudah untuk marah
- Merasa lebih mudah kedinginan karena tubuh tidak bisa mengatur temperatur dengan baik.
- Merasa sering kehausan
- Mulut kering dan lengket
- Frekuensi buang air kecil menurun
- Sulit konsentrasi
- Napas cepat atau dalam
- Mata tampak cekung
- Mudah marah dan tampak linglung
- Pingsan atau penurunan kesadaran
Tanda di atas juga perlu diwaspadai dan jika tanda tersebut terjadi pada diri maka harus segera ke dokter. Dibawah ini tanda lain dari dehidrasi yang membutuhkan bantuan medis segera :
- Demam hingga 38 derajat
- Tidak buang air kecil sepanjang hari
- Detak jantung lemah atau terlalu kencang
- Penurunan kesadaran hingga kehilangan kesadaran penuh
- Lelah berlebihan
- Sakit kepala tak tertahankan
- Kejang
- Kesulitan bernapas
- Nyeri dada atau bagian perut
Cara Mencegah Supaya Tidak Terjadi Dehidrasi
1. Banyak minum air putih
Cara yang paling mudah dilakukan untuk mencegah dehidrasi adalah dengan minum air putih lebih banyak. Terutama saat cuaca sedang panas atau beraktivitas dibawah sinar matahari. Waspadalah apabila keluar banyak keringat dari tubuh. Karena kamu dapat kehilangan cairan lebih cepat saat terjadi diare atau muntah. Ini mengakibatkan elektrolit tubuh bisa hilang serta mempengaruhi cara kerja otot dan saraf.
2. Perhatikan warna urine
Cara lainnya agar dehidrasi tidak terjadi adalah dengan memperhatikan warna urine saat buang air kecil. Apabila warna urine terang menandakan bahwa cairan di tubuh cukup. Dan jika warna urine kuning gelap maka tandanya tubuh sedang mengalami dehidrasi.
3. Konsumsi elektrolit saat dibutuhkan
Minum air putih saja rasanya kurang cukup, terutama saat panas. Kamu perlu minuman dengan kandungan elektrolit untuk melawan dehidrasi yang terjadi. Namun kamu juga harus tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh. Caranya yaitu dengan mengkonsumsi cairan elektrolit dengan rendah gula dan bebas kalori.
4. Saat berolahraga lebih banyak mengkonsumsi cairan
Ketika berolahraga, tentunya tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Atlet dengan intensitas tinggi bisa kehilangan 10 persen dari berat badannya yang keluar lewat keringat. Oleh karena itu kamu bisa menjaga cairan tubuh supaya tetap normal dengan banyak minum ketika berolahraga.
Dehidrasi ringan saja bisa membuat kita lemas, pusing, sampai susah konsentrasi. Padahal solusinya sesederhana minum air putih. Tidak perlu mahal dan tidak perlu ribet. Dengan mendengarkan sinyal tubuh kamu. Jika bibir sudah kering, pipis terlihat kuning pekat, itu artinya tubuh lagi minta tolong. Yuk, biasakan minum sebelum haus. Sehat itu dimulai dari seteguk air putih. (ana)














