Hai Cantikers! Bagi kamu yang sedang merayakan Imlek tentunya banyak diisi dengan kumpul keluarga, menyalakan petasan, membagikan amplop merah dengan menghias rumah dengan ornamen pembawa keberuntungan. Warna merah dan emas dipercaya membawa hoki dan kemakmuran, dan untuk warna hitam dan putih akan dihindari karena dipercaya akan membawa duka.
10 Pantangan Saat Perayaan Imlek
Selain warna, pada saat perayaan Imlek ada beberapa hal yang harus dihindari. Berikut ini adalah 10 hal yang harus dihindari selama perayaan Imlek :
1. Menyapu atau Membuang Sampah
Menyapu rumah dipercaya sebagai menyapu rejeki ke luar rumah. Begitu juga membuang sampah yang dianggap sebagai membuang keberuntungan. Namun saat mendesak, maka harus menyapu dari luar ke dalam rumah. Karena diibaratkan pengumpulan uang sebagai menjaga keberuntungan di dalam. Pastikan untuk meninggalkan sampah di dalam rumah dan tunggulah sampai hari kelima Tahun Baru Imlek sebelum membuangnya. Jadi anggaplah sebagai waktu yang tepat untuk mempraktekan gaya hidup tanpa sampah. Bukan hanya itu saja, menuang air juga harus dihindari karena air yang mengalir menunjukkan pergerakan uang, jadi uang akan dianggap meninggalkan rumah.
Also Read
2. Saat Perayaan Imlek Tidak Boleh Mencuci Pakaian
Di hari pertama Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari kelahiran Dewa Air. Sehingga mencuci pakaian pada dua hari tersebut dianggap tidak menghormati dewa dan melambangkan membuang kekayaan.
3. Dilarang Memecahkan Kaca atau Porselen
Pecahnya barang seperti gelas, porselen dan piring dianggap sebagai pantangan Tahun Baru Imlek. Hal ini karena diyakini melambangan hancurnya keberuntungan atau rusaknya nasib baik.
Jika salah satu peralatan pecah secara tidak sengaja maka kamu dapat mengucapkan kalimat keberuntungan berikut dalam bahasa Mandarin untuk meniadakan pertanda buruk ‘sui sui ping an’. Arti dari kalimat tersebut adalah semoga anda mendapat kan damaikan tahun demi tahun.
4. Perhatikan Apa yang Dimakan
Menurut tradisi Tahun Baru Imlek, bubur merupakan makanan yang sebaiknya dihindari pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Hal ini dikarenakan bubur dimasa lalu merupakan hidangan pilihan pada masa sulit ekonomi atau disaat keluarga tidak cukup makanan. Sehingga mengakibatkan konsumsi bubur selama Festival Musim Semi dipandang oleh sebagian orang sebagai simbol tahun yang sulit dan miskin di masa mendatang.
Dan bagi yang berniat makan ikan saat Tahun Baru, pastikan untuk tidak mengkonsumsi kepala atau ekor ikan. Hal ini dikarenakan, ikan dalam bahasa Mandarin terdengar mirip dengan kata untuk kelimpahan.
5 Dilarang Keluar Rumah Saat Hari Keempat Tahun Baru Imlek
Secara tradisional, orang-orang tidak seharusnya keluar rumah pada hari keempat Festival Musim Semi. Hal ini dikarenakan hari ini dikhususkan untuk menyambut Dewa Dapur (灶神, Zào Shén ) dan dewa-dewa lain yang telah kembali dari surga setelah melaporkan kejadian-kejadian di dunia fana ke surga.
Pada jaman dulu, keluarga akan menandai kesempatan ini dengan menyiapkan meja upacara dengan berbagai macam makanan sebagai persembahan untuk dewa yang kembali. Untuk menenangkan Dewa Dapur dan dewa-dewa lainnya, keluarga juga disarankan untuk tidak bertengkar di dapur. Karena hal itu akan membangunkan mereka dari istirahat mereka di dapur, yang mengakibatkan nasib buruk
6. Menangis
Tangisan dianggap sebagai pertanda kemalangan yang dapat membawa nasib buruk bagi seluruh keluarga. Jadi sebisa mungkin untuk dihindari. Selain itu juga hindari juga pertengkaran, berkata-kata dengan kasar karena bisa membawa sial. Jagalah perilaku agar suasana tetap hangat, penuh senyum dan ucapan baik.
7. Membangunkan Orang Tidur
Hindari membangunkan orang tidur saat hari pertama Festival Musim Semi. Karena orang yang dibangunkan akan terdorong untuk bekerja sepanjang tahun, mengalami kelelahan dan gugup.
8. Tidak Tidur Lebih Awal
Salah satu kebiasaan terpenting pada malam Tahun Baru Imlek adalah Shǒu Suì (守歲) atau tradisi begadang bersama keluarga untuk menyambut hari pertama Festival Musim Semi. Tradisi ini berakar pada legenda, yaitu saat di mana orang-orang begadang dan menyalakan lampion pada malam Tahun Baru untuk melindungi anak-anak mereka dari monster mitologi yang dikenal sebagai “Suì” (祟).
Tentu saja, mematuhi Shou Sui bukan berarti mengorbankan waktu tidur. Seseorang hanya perlu begadang hingga tengah malam untuk memenuhi kebiasaan tersebut.
9. Jaga Ucapanmu
Tahun Baru Imlek dimaksudkan sebagai momen yang membawa keberuntungan, oleh karena itu kata-kata yang membawa sial harus dihindari sebisa mungkin. Kata-kata tersebut termasuk kematian ( sǐ , 死), membunuh ( shā , 殺), miskin ( qióng , 窮), tidak ada ( méi , 沒), habis ( guāng , 光), buruk ( huài,壞), pecah ( pò , 破), sakit ( tòng , 痛) dan penyakit ( bìng , 病).
Jika kamu harus menyebutkan konsep-konsep yang dianggap membawa sial selama Festival Musim Semi, pertimbangkan untuk menggunakan eufemisme. Contohnya, alih-alih menyatakan secara langsung bahwa seseorang telah meninggal, gunakan frasa tidak langsung seperti “meninggal dunia” atau “pergi ke surga”.
Mengumpat juga dianggap tidak pantas selama Tahun Baru Imlek, karena kata-kata tersebut dikaitkan dengan emosi negatif, yang bertentangan dengan nuansa positif festival tersebut.
10. Berpakaian Lusuh atau Memakai Baju Hitam Putih
Memakai baju lusuh atau kotor melambangkan kemiskinan dan kemalangan. Sementara, berpakaian hitam atau putih sering diasosiasikan dengan suasana berkabung. Kenakanlah pakaian warna merah atau emas yang dipercaya melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan.
11. Menggunakan Benda-Benda Tajam
Menggunting, memotong, atau menggunakan jarum dan menjahit dipercaya dapat menimbulkan pertengkaran atau perselisihan dengan orang lain. Jika ingin menjalani tahun ini dengan damai, hindari menggunakan gunting selama bulan lunar pertama.
12. Berhati-hatilah dengan Hadiah yang Kamu Berikan
Saat kamu memberikan hadiah kepada seseorang selama Tahun Baru Imlek, sebaiknya harus teliti karena hadiah-hadiah tertentu dianggap “pembawa sial” dalam budaya China. Secara umum, hadiah-hadiah tersebut dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni hadiah yang namanya membangkitkan konsep yang tidak menguntungkan, dan hadiah yang terkait dengan peristiwa atau tradisi yang membawa sial.
Jam dinding dan arloji adalah contoh sempurna dari hadiah yang sebaiknya dihindari, karena nama Cinanya “鐘表” ( zhōng biǎo ) adalah homofon untuk kata yang berhubungan dengan kematian “終” ( zhōng , mengakhiri). Kemudian payung juga sebaiknya tidak diberikan, karena kata China untuk barang ini (傘, sǎn ) terdengar seperti kata untuk perpisahan (散, sàn ), yang bertentangan dengan semangat Festival Musim Semi.
Pastikan juga untuk menghindari memberikan sepatu sebagai hadiah karena kata dalam bahasa Mandarin 鞋 ( xié ) terdengar identik dengan 邪 ( xié ), karakter untuk kejahatan. Demikian pula, jangan memberikan buah pir, karena nama Mandarinnya (梨, lí ) adalah homofon untuk meninggalkan (離, lí ), sebuah kata yang berkaitan dengan kematian.
Ada juga barang lain dianggap sebagai hadiah tabu karena hubungannya dengan peristiwa yang tidak menguntungkan. Seperti, lilin biasanya digunakan untuk memperingati orang yang telah meninggal, jadi tidak cocok sebagai hadiah Festival Tahun Baru Imlek. Demikian juga dengan cermin tidak disarankan sebagai hadiah, karena mudah pecah, yang merupakan pertanda buruk. Terlebih lagi, cermin juga dikatakan dapat menarik hantu dan unsur jahat lainnya. (ana)














