Hai Cantikers! Fenomena El Nino sering dibahas sebagai penyebab kekeringan panjang dan ancaman bagi sektor pertanian. Padahal, dampak yang lebih dekat dan dirasakan setiap hari terjadi di dalam rumah, yaitu pada kesehatan keluarga. Ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik menghangat, pola cuaca di Indonesia menjadi tidak stabil.
Musim hujan datang terlambat, kemarau menjadi jauh lebih panjang, suhu siang hari meningkat ekstrem, dan udara menjadi kering serta penuh debu. Perubahan inilah yang secara perlahan menggeser pola penyakit di masyarakat.
Mengapa El Nino Berbeda dari Musim Kemarau Biasa?
Durasi Panas yang Lebih Panjang dan Intens
Jika musim kemarau biasa masih diselingi hujan, El Nino membuat panas terjadi tanpa jeda selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi. Akibatnya, risiko kelelahan akibat panas menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan kemarau normal.
Also Read
Kualitas Lingkungan yang Menurun Serentak
El Nino tidak hanya menghadirkan satu masalah. Dalam satu waktu, masyarakat harus menghadapi tiga hal sekaligus, yaitu kenaikan suhu, penurunan kualitas udara, dan keterbatasan air bersih. Kombinasi tiga faktor inilah yang membuat dampaknya terhadap kesehatan menjadi berlapis dan lebih berbahaya.
Ancaman Kesehatan yang Mengintai Keluarga Saat El Nino
Ancaman Dehidrasi dan Heat Stroke
Ini adalah ancaman yang paling langsung. Saat suhu ekstrem, tubuh kehilangan cairan dengan sangat cepat melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, akan terjadi dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, sakit kepala, dan tubuh terasa sangat lemas.
Pada kondisi yang lebih berat, dapat terjadi heat stroke, yaitu kondisi gawat darurat di mana suhu tubuh melonjak di atas 40 derajat celcius, disertai mual, kebingungan, dan bahkan kehilangan kesadaran. Bayi, anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan karena sistem pengaturan suhu di dalam tubuh mereka lebih sensitif.
Gangguan Pernapasan Akibat Udara Kering dan Berdebu
Selama El Nino, tanah yang kering mudah beterbangan dan risiko kebakaran hutan meningkat. Asap dan debu halus yang dihasilkan mengandung partikel mikroskopis yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru. Paparan harian terhadap polutan ini akan mengiritasi saluran napas. Tidak heran jika kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut, kekambuhan asma, batuk kronis, dan radang tenggorokan melonjak tajam di berbagai daerah saat El Nino berlangsung. Anak-anak yang sering bermain di luar ruangan adalah yang paling sering terpapar.
Penyakit Kulit dan Lonjakan Penyakit Berbasis Lingkungan
Kombinasi keringat berlebih dan debu yang menempel di kulit dapat menyumbat pori-pori dan memicu biang keringat, gatal alergi, serta infeksi jamur terutama pada area lipatan tubuh. Selain itu, ada dampak yang terlihat paradoks. Meskipun identik dengan kekeringan, El Nino justru sering diikuti oleh peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue dan diare.
Hal ini terjadi karena kebiasaan masyarakat menampung air dalam ember atau drum terbuka untuk mengantisipasi krisis air. Wadah yang tidak tertutup rapat dan jarang dikuras menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Di sisi lain, keterbatasan air bersih membuat kebersihan tangan dan peralatan makan menjadi kurang optimal, sehingga penularan kuman diare menjadi lebih mudah.
Strategi Perlindungan Kesehatan Keluarga Menghadapi El Nino
Memperkuat Pertahanan dari Dalam
Pertahanan utama adalah menjaga daya tahan tubuh tetap optimal. Pastikan seluruh anggota keluarga minum air putih secara teratur minimal delapan gelas per hari, bahkan ketika tidak merasa haus. Lengkapi dengan konsumsi buah yang kaya air seperti semangka dan melon, serta makanan bergizi yang mengandung vitamin C dan E untuk membantu tubuh melawan peradangan akibat polusi.
Menjaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan
Lingkungan yang bersih adalah kunci utama pencegahan. Selalu tutup rapat semua tempat penampungan air dan lakukan pengurasan bak mandi setidaknya seminggu sekali. Biasakan mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan. Saat harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk menyaring debu, serta topi atau payung untuk mengurangi paparan panas langsung.
Sebisa mungkin, hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada pukul sebelas siang hingga tiga sore saat suhu berada di puncaknya.El Nino memang merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihentikan, namun dampaknya dapat dikendalikan. Dengan pemahaman yang benar dan langkah pencegahan yang konsisten, keluarga dapat tetap sehat, aman, dan nyaman melewati periode cuaca ekstrem ini. (ana)














