Hai Cantikers! Pernahkah kamu tiba-tiba merasa lemas walaupun sudah cukup tidur atau merasa pusing mendadak ketika berdiri. Tanda-tanda ini sering diabaikan karena menganggap sebagai kelelahan biasa akibat dari rutinitas.
Padahal jika dikenal sejak dini, ciri-ciri anemia penting untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Apa itu Anemia?
Anemia yaitu kondisi medis yang terjadi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah normal.
Also Read
Sel darah merah merupakan sel darah yang bertanggung jawab untuk mengirimkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
Saat sel darah merah didalam tubuh sedikit mengalami gangguan maka tubuh tidak menerima oksigen dengan cukup.
Gejala Anemia yang Sering Diabaikan
Beberapa indikasi yang menunjukan penurunan kualitas sel darah merah dalam tubuh. Seseorang mengalami sulit konsentrasi di tempat kerja atau di sekolah. Hal ini disebabkan karena kekurangan suplai oksigen yang stabil. Gejala psikologi seperti mudah mengantuk dan penurunan nafsu makan juga sering dilaporkan oleh penderita.
Secara fisik, kekurangan zat besi kronis bisa menyebabkan kuku menjadi mudah rapuh atau patah dan rambut rontok berlebihan. Sedangkan pada wanita, kondisi kurang darah seringkali dikaitkan dengan siklus menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini menciptakan lingkaran setan dimana kehilangan darah akan memperburuk kondisi anemia yang sudah ada. Sebenarnya apa saja gejala anemia yang harus diwaspadai?
1. Rasa Lelah
Gejala yang paling umum dialami penderita anemia yaitu rasa lelah. Akan tetapi kelelahan karena anemia disebabkan oleh kekurangan hemoglobin, sehingga akan berbeda dengan kelelahan biasa. Hemoglobin merupakan protein khusus yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan mengangkutnya ke seluruh tubuh melalui bantuan sel darah putih.
2. Kulit terlihat pucat
Gejala anemia selanjutnya yaitu kulit terlihat pucat. Hal ini terjadi karena hemoglobin yang berfungsi sebagai pemberi warna merah pada darah, kadarnya rendah dalam tubuh. Jaringan kulit memiliki banyak pembuluh darah kecil dan rona kulit banyak dipengaruhi oleh sirkulasi darah yang lancar. Warna kulit yang terlihat pucat bisa terlihat pada seluruh bagian tubuh atau hanya bagian tubuh tertentu saja. Namun, bagian tubuh yang sering terlihat pucat adalah wajah, bagian dalam bibir, punggung kuku, kelopak mata bawah, serta gusi. Umumnya gejala ini dialami oleh penderita anemia yg sedang hingga berat.
3. Sesak napas
Tubuh yang kekurangan hemoglobin menyebabkan kurangnya pasokan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga menyebabkan otot tidak mendapatkan cukup oksigen untuk melakukan aktivitas normal sehari-hari. misalnya olahraga ringan, berjalan dan naik turun tangga. Ketika pasokan oksigen tidak cukup maka laju pernapasan akan meningkat. Akan tetapi semakin paru-paru bekerja kera untuk menampung oksigen, dada akan terasa sesak walaupun hanya melakukan aktivitas ringan.
4. Jantung berdebar
Kekurangan zat dalam tubuh juga bisa menimbulkan sensasi jantung berdebar kencang atau yang disebut palpitasi. Hal ini dikarenakan kurangnya kadar hemoglobin dalam darah membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah ke oksigen, sehingga jantung berdetak lebih cepat dan kencang, karena berusaha memompa oksigen. Gejala ini umumnya dialami oleh orang yang menderita anemia dałam waktu yang sudah cukup lama.
5. Sakit kepala
Sakit kepala yang muncul tiba-tiba bisa menjadi salah satu gejala anemia lainnya. Hal ini dikarenakan tubuh kekurangan pasokan hemoglobin yang cukup. Hemoglobin tidak hanya berfungsi untuk memberi warna merah pada darah, namun juga berfungsi untuk membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Ketika kadar hemoglobin rendah dalam tubuh, maka pasokan oksigen tidak sampai ke otak, sehingga menyebabkan pusing, terutama saat berdiri setelah duduk atau berbaring. Selain itu, kekurangan oksigen juga meningkatkan risiko terjadinya pembengkakan pada pembuluh darah di otak dan menekan bagian lainnya yang menimbulkan sakit kepala.
6. Sering infeksi
Zat besi yang dibutuhkan untuk memmbanaun dan menjaga sistem kekebalan tubuh secara maksimal. Oleh karena itu, apabila kekurangan zat besi akan membuat seseorang rentan mengalami infeksi.
7. Rambut rontok
Ketika tubuh kekurangan zat besi, pasokan oksigen ke kulit dan folikel rambut jadi berkurang. Hal ini akan menyebabkan kulit menjadi kering dan rusak.
Kondisi semacam ini bisa memicu rambut rontok berlebihan bahkan berhenti tumbuh. Namun jangan khawatir ketika asuan zat besi sudah tercukupi dan tubuh terbebas dari kurang darah, maka rambut akan tumbuh kembali.
8. Lidah bengkak
Kurang darah akan membuat organ-organ tubuh mengalami kekurangan oksigen, termasuk lidah. Hal ini akan menyebabkan lidah menjadi bengkak, meradang, pucat serta permukaannya tampak licin. Selain itu, kurang darah juga dapat menyebabkan mulut dan bibir menjadi kering, retak-retak, sariawan dan terasa seperti terbakar.
9. Sindrom restless leg
Defisiensi zat besi akan membuat penderitanya mengalami sindrom kaki gelisah. Jadi penderitanya akan merasakan getaran yang menjalar di kaki semacam aliran listrik. Hal ini membuat penderitanya memiliki dorongan untuk terus menggerakkan kaki seperti seseorang yang sedang gelisah.
10. Tangan dan kaki terasa dingin
Aliran darah yang tidak optimal bisa membuat ekstremitas terasa dingin, meskipun udara disekitar tidak netral rendah.
Nutrisi Penting untuk Mencegah Anemia
Anemia bisa dicegah dengan pola makan yang tepat dinamakan anemia defisiensi besi. Adapun nutrisi penting yang dibutuhkan yaitu :
- Zat Besi: Ditemukan dalam sayur dan buah penambah darah, seperti bayam, bit, dan kurma, yang membantu meningkatkan kadar hemoglobin.
- Vitamin C: Meningkatkan penyerapan zat besi, dapat ditemukan dalam jeruk, kiwi, dan nanas.
- Asam Folat: Berperan dalam pembentukan sel darah merah, bisa diperoleh dari alpukat, pepaya, dan pisang.
- Vitamin B12: Penting untuk produksi sel darah merah dan dapat ditemukan dalam susu dan produk hewani.
- Tembaga: Berperan dalam metabolisme zat besi dan ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian.
Jenis Makanan Penambah Darah
Kamu dapat mengkonsumsi salah satu dari beberapa makanan penambah darah dibawah ini :
1. Daging merah dan unggas
100 gram daging merah seperti daging sapi dan kambing mengandung 2,7 miligram zat besi. Jumlah ini sudah memenuhi 15 persen dari total asupan harian tubuh. Kemudian untuk 100 gram daging unggas telah memenuhi 13 persen dari jumlah total asupan harian.
2. Tiram
Dalam 100 gram tiram mengandung zat besi sebesar 28 miligram atau sekitar 155 persen dari asupan harian tubuh.
3. Jeroan
Jeroan atau bagian dalam hewan seperti hati, jeroan, jantung, otak. Dalam 100 gram hati sapi mengandung 6,5 miligram zat besi. Angka ini sudah memenuhi 36 persen asupan harian tubuh. Sedangkan 100 gram hati ayam mengandung zat besi sekitar 15,6 miligram
4. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan yang termasuk mengandung zat besi tinggi diantaranya buncis, lentil, kacang polong, dan kedelai. Dalam satu cangkir berukuran 198 gram makanan penambah darah ini mengandung sekitar 6,6 miligram zat besi. (ana)














