Hai Cantikers! Banyak orang menikmati waktu bersantai dengan menikmati teh atau kopi? Sebenarnya kedua pilihan ini bukan hanya sekedar selera saja, namun konsumsi teh atau kopi dalam jumlah yang moderat berkaitan dengan penurunan demensia.
Berdasarkan riset yang dilakukan peneliti dari Universitas Harvard yang melibatkan 131.821 partisipan ini memantau kebiasaan konsumsi mereka hingga 43 tahun. Semua ini dipublikasikan dalam jurnal medis JAMA.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA ini bukan penelitian singkat. Tim peneliti menggunakan data dari dua studi jangka panjang di Amerika Serikat, Nurses’ Health Study (sejak 1976) dan Health Professionals Follow Up Study (sejak 1986).
Also Read
Penurunan Risiko Hingga 18%
Dalam periode tindak lanjut sekitar 37 tahun, tercatat 11.033 kasus demensia. Hal ini menunjukan bahwa konsumsi kopi dengan kafein tertinggi mempunyai risiko demensia lebih rendah jika dibanding dengan mereka yang jarang mengkonsumsi. Dan untuk peminum teh terbanyak risiko 14% lebih rendah.
Pola yang jelas pada mereka yang rutin mengkonsumsi kafein :
- Risiko Demensia Lebih Rendah: Peserta dengan asupan kopi berkafein tertinggi memiliki risiko demensia 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak minum kopi sama sekali.
- Memori Lebih Tajam: Keluhan penurunan daya ingat hanya dilaporkan oleh 7,8% peminum kopi, jauh lebih rendah dibanding non-peminum (9,5%).
- Dosis Ideal: Manfaat terkuat muncul pada asupan moderat, yakni 2 hingga 3 cangkir kopi berkafein per hari atau 1 hingga 2 cangkir teh per hari.
Minum dua atau tiga cangkir kopi berkafein per hari atau satu hingga dua cangkir teh per hari dengan ukuran cangkir sekitar 240 milimeter memiliki manfaat yang besar. Namun konsumsi di atas jumlah tersebut tidak menunjukkan perlindungan tambahan yang signifikan.
Penelitian tersebut menyoroti tentang kafein sebagai faktor utama. Kopi tanpa kafein tidak menunjukkan kaitan yang berarti dengan penurunan risiko demensia atau perbaikan fungsi kognitif.
Selain diagnosis demensia, studi ini menilai penurunan kognitif subyektif dan pada perempuan, tes kognitif objektif. Orang yang suka minum kopi dan teh berkafein lebih jarang mengalami penurunan daya ingat. Selain itu orang yang suka konsumsi keduan minuman ini menunjukkan kinerja kognitif yang sedikit lebih baik.
Walaupun demikian, para peneliti juga mengingatkan studi ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung. Selain itu studi ini juga mempunyai keterbatasan lain termasuk tidak dirincikannya jenis teh atau metode penyeduhan kopi. Selain itu karakteristik peserta yang mayoritas berasal dari kalangan profesional kesehatan keturunan Eropa.
Mengapa Kopi dan Teh Sangat Bermanfaat?
Kedua minuman ini selain mengandung kafein, juga mengandung senyawa tanaman yang disebut dengan polifenol. Senyawa ini bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan melindungi sel otak dari kerusakan. Berbeda dengan penelitian yang sebelumnya, studi kali ini berhasil memisahkan dampak antara minuman berkafein dan non kafein (decaf).
Dan hasilnya menunjukkan bahwa kopi tanpa kafein tidak memberikan efek perlindungan yang sama. Sehingga mempertegas kafein memegang peranan kunci dalam fungsi otak.
Penelitian telah mengaitkan antara kopi dan teh dengan manfaat kesehatan yang signifikan.
Denah mengubah rutinitas harian ketika menikmati kopi, teh hijau, teh hitam ataupun teh herbal merupakan cara yang mudah untuk memasukkan berbagai senyawa yang meningkatkan kesehatan. Jadi kamu lebih menikmati teh atau kopi?. (ana)














