Hai, Cantikers! Pernahkah Anda berjalan menuju ruangan lain dengan tujuan tertentu namun tiba-tiba merasa bingung saat sampai di sana? Kejadian aneh ini sering kali membuat kita merasa pikun padahal usia kita masih tergolong produktif dan sangat muda. Oleh karena itu, memahami bahwa fenomena doorway effect adalah peristiwa psikologis yang normal dapat membantu mengurangi rasa cemas Anda. Selanjutnya, para peneliti menemukan bahwa otak manusia cenderung mengategorikan informasi berdasarkan lokasi fisik atau lingkungan tempat kita berada saat itu. Saat kita melewati sebuah ambang pintu, otak secara otomatis melakukan pembersihan data lama guna memberi ruang bagi informasi yang baru. Hal ini mengakibatkan ingatan jangka pendek mengenai niat sebelumnya menjadi terhapus atau sulit untuk kita panggil kembali secara cepat.
Cara Otak Bekerja Mengelola Memori Ruang
Langkah ini bermula dari cara sistem kognitif kita dalam membagi tugas-tugas harian menjadi beberapa fragmen memori yang lebih kecil. Sebab, otak manusia lebih efisien saat menyimpan informasi dalam sebuah kotak konteks yang berkaitan erat dengan lingkungan fisik sekitar kita. Kini, ilmuwan menjelaskan bahwa pintu bertindak sebagai batas akhir dari sebuah peristiwa atau konteks pikiran yang sedang berlangsung di kepala. Akibatnya, saat tubuh berpindah ke ruangan baru, otak segera bersiap untuk menerima stimulus yang berbeda dari lingkungan yang baru tersebut. Akhirnya, memori tentang apa yang ingin Anda ambil di dapur sering kali tertinggal di area ruang tamu tempat Anda berasal.
Mengapa Pintu Menjadi Pemicu Lupa Mendadak
Awalnya, sebagian orang mungkin menganggap bahwa faktor kelelahan fisik merupakan penyebab utama di balik kejadian lupa yang sangat mendadak ini. Namun, pintu secara simbolis dan fisik mengirimkan sinyal kepada otak bahwa sebuah tugas atau sesi pikiran telah selesai dilakukan sepenuhnya. Selanjutnya, otak segera melakukan penyegaran memori agar kita tetap fokus terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di lokasi baru tersebut. Hal ini sangat penting sebagai mekanisme pertahanan diri kuno agar manusia purba selalu waspada terhadap perubahan situasi di sekitarnya. Otak menganggap informasi dari ruangan sebelumnya tidak lagi relevan untuk disimpan saat kita sudah berpindah ke area yang berbeda.
Also Read
Strategi Mengatasi Efek Lupa di Ambang Pintu
Pada dasarnya, frekuensi terjadinya fenomena ini sangat bergantung pada tingkat fokus serta beban pikiran yang sedang Anda pikul saat itu. Selain itu, Anda bisa mencoba memvisualisasikan atau mengucapkan tujuan Anda secara berulang sebelum melangkahkan kaki melewati sebuah pintu penghubung ruangan. Dunia psikologi menyarankan kita untuk tetap menjaga konsentrasi pada satu tugas utama agar memori jangka pendek tidak mudah hilang begitu saja. Oleh karena itu, kurangi kebiasaan melamun atau memikirkan banyak hal sekaligus saat Anda sedang bergerak menuju lokasi yang berbeda di rumah. Sinergi antara fokus pikiran dan gerakan fisik yang teratur akan meminimalkan risiko terjadinya gangguan memori jangka pendek yang menyebalkan.
Doorway Effect Bukan Tanda Gangguan Medis
Kemudian, secara teknis Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan karena fenomena ini sama sekali bukan indikasi dari gejala penyakit alzheimer. Sebab, hampir semua orang di seluruh dunia pernah mengalami kejadian unik ini dalam kehidupan sehari-hari mereka setidaknya satu kali saja. Publik sering kali tertawa setelah menyadari bahwa ingatan mereka akan kembali muncul saat mereka berjalan balik menuju ruangan asal mereka. Akibatnya, berjalan kembali ke posisi semula sering kali menjadi solusi praktis paling ampuh untuk memicu ingatan yang hilang tersebut muncul lagi. Tetaplah tenang dan jangan panik karena otak Anda hanya sedang melakukan tugasnya dalam mengorganisir informasi dengan cara yang efisien.
Kesimpulannya, mengetahui bahwa fenomena doorway effect adalah bagian alami dari cara kerja memori manusia akan membuat kita lebih maklum. Sebab, sistem kognitif kita memiliki keterbatasan dalam menampung informasi dalam jumlah besar saat kita berpindah lingkungan fisik secara terus-menerus. Oleh karena itu, mari kita lebih sadar dalam melakukan setiap aktivitas sederhana agar ingatan tetap terjaga dengan sangat baik setiap saat. Segera coba praktikkan teknik fokus saat berpindah ruangan agar Anda tidak perlu lagi bolak-balik hanya karena lupa tujuan awal tadi. Semoga ulasan mengenai rahasia otak ini bermanfaat serta menambah wawasan menarik mengenai psikologi manusia bagi Anda semua! (has)














