Bisa Berakibat Fatal! 6 Jenis Gangguan Makan yang Harus Kamu Ketahui

/
/
/
95 Views

Gangguan makan atau eating disorder merupakan gangguan mental ketika mengkonsumsi makanan. Hal itu juga bisa dikataan sebagai suatu kebiasaan makan yang tidak sehat. Orang yang memiliki gangguan makan biasanya akan makan terlalu banyak atau bahkan terlalu sedikit dan terlalu terobsesi pada berat badan atau bentuk tubuhnya.

Gangguan makan biasanya terjadi pada remaja. Gangguan makan masuk dalam kategori penyakit medis yang membutuhkan perawatan. Secara umum, gangguan makan muncul bersamaan dengan kondisi lain seperti gangguan kecemasan, penyalahgunaan zat atau depresi.

Hari ini Cantiknesia akan membahas 6 jenis gangguan makan, yang umumnya sering dialami oleh remaja usia 13 sampai 17 tahun.

Apa saja?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasannya.

1. Anorexia Nervosa

Jenis gangguan makan yang pertama adalah anorexia nervosa. Orang yang mengidap anorexia nervosa biasanya menganggap diri mereka memiliki kelebihan berat badan, padahal mereka sudah ramping bahkan cenderung sangat kurus. Penderita anorexia nervosa akan terus menerus mengecek berat badan mereka, menghindari jenis makanan tertetu dan sangat membatasi asupan kalori.

Gejala-gejala yang meliputi pengidap anorexia nervosa yaitu gejala fisik dan emosional. Tidak hanya itu, gejala penyakit tersebut juga ditunjukkan melalui perilaku pengidapnya.

Dari segi psikologis, pengidap anorexia nervosa akan merasa rendah diri, gampang cemas dan depresi, takut berat badan naik, terlalu memikirkan bentuk tubuh dan berat badan, merasa gemuk meskipun berat badan di bawah normal, kemampuan konsentrasi yang menurun, dan gampang marah saat jam makan.

Akibat dari asupan kalori yang terlalu sedikit, penderita anorexia nervosa akan mengalami gangguan seperti berikut ini:
a. Kulit kering
b. Otot menjadi lemah
c. Tumbuh rambut atau bulu halus di seluruh tubuh (lanugo)
d. sering merasa kedinginan karena suhu tubuh yang rendah
e. hipotensi
f. menstruasi tidak teratur
g. anemia
h. tulang keropos
i. beberapa organ tidak berfungsi

Gangguan-gangguan tadi tentunya akan berakibat fatal, bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

2. Binge Eating Disorder

Jenis gangguan makan yang kedua adalah Binge Eating Disorder. Orang dengan gangguan makan jenis ini biasanya mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat. Mereka juga tidak membatasi asupan kalori yang masuk ke tubuh. Penderita Binge Eating Disorder (BED) memiliki perasaan tidak dapat berhenti makan atau mengontrol apa dan seberapa banyak yang mereka makan. Orang-orang yang mengidap BED biasanya berasal dari orang yang memiliki masalah kesehatan mental atau emosional yang tidak terselesaikan.

Dari segi psikologis, pengidap BED biasanya akan merasa jijik, depresi, malu, kesal atau bersalah pada diri sendiri setelah makan.

Orang dengan gangguan BED akan mengalami obesitas, yang mana hal tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi medis seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2.

3. Bulimia Nervosa

Gangguan makan yang ketiga adalah Bulimia Nervosa. Tentu saja, jenis gangguan ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Orang dengan gangguan makan jenis ini sering mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak pada periode tertentu. Saat makan mereka akan merasa bahwa mereka tidak dapat berhenti makan. Kemudian setelah selesai, mereka dengan sengaja kembali mengeluarkan makanan tersebut, bahkan dengan cara memaksa.

Cara yang mereka gunakan cukup beragam, bisa dengan muntah paksa, puasa, dengan obat pencahar, diuretik, enema, dan olahraga berlebihan.

Pengidap bulimia, memiliki perasaan takut akan bertambahnya berat badan secara berlebihan, padahal berat badan yang mereka miliki masih normal.

Mereka yang menderita gangguan makan ini akan mengalami radang tenggorokan, pembekakan kelenjar ludah, enamel gigi aus, kerusakan gigi, refluks asam, iritasi usus, dehidrasi parah, dan gangguan normal.

4. Pica

Gangguan makan berikutnya adalah Pica. Pica merupakan jenis gangguan makan yang diartikan dengan mengkonsumsi benda-benda atau zat-zat yang bukan makanan dan tidak bernutrisi secara terus menerus dalam kurun waktu setidaknya 1 bulan pada usia yang tidak sesuai dengan perkembangan.

Orang dengan gangguan pica bisa mengkonsumsi kotoran, tanah, kapur tulis, sabun, kertas, rambut, kain wol, kerikil, deterjen dan benda-benda lainnya yang tidak masuk dalam kategori makanan.

Biasanya gangguan makan jenis ini terjadi pada anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan gangguan mental.

Orang-orang yang mengidap gangguan ini memiliki risiko keracunan, infeksi usus, dan defisiensi nutrisi yang tinggi.

5. Rumination Disorder

Jenis gangguan makan yang ke-lima adalah Rumination Disorder. Rumination disorder merupakan jenis gangguan makan yang ditandai dengan dikeluarkannya makanan yang sudah ditelan untuk dikunyah kembali, dimuntahkan keluar, atau ditelan lagi.

Anak-anak dan penderita keterbelakangan mental adalah orang-orang yang biasa mengalami jenis gangguan makan ini.

6. Avoidant/Restrictive Food Intake Disorder (Gangguan Menghindari atau Membatasi Asupan tertentu)

Orang yang mengalami gangguan ini biasanya ditandai dengan mengkonsumsi sedikit asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh karena tidak ada keinginan untuk makan.

Pengidap gangguan ini biasanya menghindari makanan karena beberapa faktor, seperti warna, tekstur, rasa, atau aroma makanan. Alasan pengidap gangguan ini juga terkadang karena memiliki ketakutan dengan konsekuensi mengkonsumsi makanan tersebut, seperti takut tersedak.

Hanya saja untuk pengidap gangguan ini tidak menghindari makanan dengan alasan takut berat badan naik.

 

Bagaimana Cans? Apakah di sekitarmu ada yang mengalami 6 jenis gangguan makan tadi?

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :